Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
EKONOMI

Jelang Idul Adha, Bulog Tambah 1.900 Ton Beras

197
×

Jelang Idul Adha, Bulog Tambah 1.900 Ton Beras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALU | KORANINDIGO – Jelang Idul Adha 1444 Hijriah, Badan Urusan Logistik (Bulog) tambah 1.900 ton stok beras. Hal ini sebagai upaya menjamin tersedia pangan di Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Penambahan pasokan didatangkan dari Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah Heriswan di Palu, Rabu, (7/6).

Ia menjelaskan, saat ini beras yang berada di gudang-gudang Bulog di wilayah Sulteng sebanyak 2.175 ton, dan bahan pangan ini disiapkan untuk stabilisasi kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Bulog, sebagai lembaga membidangi urusan logistik mengambil peran intervensi bila sewaktu-waktu terjadi fluktuasi.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menjamin ketersediaan pangan di daerah selalu memadai, supaya masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan rumah tangga.

“Penambahan stok beras sebagai langkah antisipasi, karena pengalaman-pengalaman sebelumnya, momen hari besar keagamaan tingkat kebutuhan masyarakat melonjak,” ujarnya.

Selain beras, Bulog juga menjamin ketersediaan sejumlah komoditas lain diantaranya minyak goreng, secara rutin di distribusi kepada pedagang eceran untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Begitu pun tepung terigu, saat ini stok masih tersedia kurang lebih 50 ton, termasuk gula pasir sekitar 250 ton.

Oleh karena itu, Bulog sebagai lembaga strategis urusan logistik pangan, selalu memperhatikan dan memenuhi kebutuhan pasar supaya tidak terjadi ketimpangan harga yang dapat menimbulkan inflasi.

Sebagai upaya pemerataan sebaran pangan, masyarakat diharapkan bijak berbelanja kebutuhan pokok.

Begitu pun pedagang tidak menjual barang atau bahan pangan utama di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, serta tidak melakukan penimbunan bahan-bahan pokok lainnya.

“Kami minta pedagang maupun mitra Bulog mengatur porsi penjualan kepada konsumen, supaya harga pangan yang terjangkau dapat dirasakan secara adil,” demikian Heriswan. (Ant/Ind)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

STATUS internasional disandang Bandara Mutiara SIS Al-Jufri bukan sekadar kebanggaan daerah. Lebih dari itu, status tersebut merupakan peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi berbasis ekspor, khususnya dari sektor kelautan dan perikanan. Oleh : Handri Pinatik –…

EKONOMI

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja positif sektor kelautan dan perikanan sepanjang Januari-Desember 2025. Dikutip dari katadata.co.id, Nilai ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia mencapai US$6,27 miliar atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan dengan 2024….

EKONOMI

JAKARTA | KORANINDIGO – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak sebesar Rp245,1 triliun pada dua bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 30,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan,…

Example 325x325