LAPORAN KHUSUS

Kabarantin Kunjungi Rumah Produksi Durian di Parigi Moutong, Persiapan Ekspor ke China

371
×

Kabarantin Kunjungi Rumah Produksi Durian di Parigi Moutong, Persiapan Ekspor ke China

Sebarkan artikel ini

KoranIndigo –Kepala Badan Karantina Indonesia (Kabarantin) Sahat M. Panggabean Kunjungi Rumah Produksi Durian PT. Feng ZHI Xiang Desa Pelawa dan PT. ADI Desa Tindaki Parigi Moutong, Selasa 20/2/2024. Kunjungan dimaksud sebagai tindak lanjut usai melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Provinsi Sulteng bersama pemerintah Prov. Sulteng dan Pemda Parigi Moutong.

Sahat mengatakan dalam kunjunganya ke Parigi Moutong bahwa Barantin memastikan kecepatan ekspor Durian akan menembus pasar buah Negara China, maka hal yang akan kami telusuri mulai dari lahan kebun, kemudian Patching House (Pengemasan) dari komunitas durian yang ada di Parigi Moutong .

“Ini adalah bagian dari permintaan Negara China sementara yang kami penuhi sebelum tim mereka datang untuk audit langsung, dan kami sudah ready untuk diaudit langsung oleh mereka, ” Ujarnya.

Ia juga telah memberi tahu kepada pihaknya bahwa ia telah layangkan surat permintaan kesediaan kedatangan China untuk datang, dan melihat dua titik lokasi yang telah dikunjunginya di Parigi Moutong semuanya sudah ready, tinggal menunggu waktu.

Sahat juga menyebutkan bahwa potensi yang dimiliki kabupaten Parigi Moutong sangatlah besar, ia berharap dengan ekosistem hutan yang ada benar-benar dimanfaatkan lagi untuk pengembangan durian, dan untuk marketnya kami akan bawah nama durian Parigi Moutong sebagai durian Indonesia yang cukup dikenal.

Menyikapi hal tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Moh. Yasir mengatakan, pemerintah tentu sudah siap mengambil langkah terkait percepatan ekspor durian, hanya saja untuk melewatinya ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi.

“Selain persyaratan protokol dengan China itu harus disetujui, kemudian juga mengenai sertifikasi kebun dan sertifikasi Patching House (PH) yang ada di Parigi Moutong juga sudah memenuhi syarat dan standar PH dari negara China,” Imbuhnya.

Hal tersebut tentu menjadi peran pemerintah untuk terus berupaya dan mendorong agar 10 PH yang ada saat ini di Parigi Moutong bisa memenuhi syarat dan standar yang ditentukan oleh China untuk bisa kami mengekspor.

“Saat ini tentu segala sesuatunya harus dipersiapkan, karena jika pengajuan persyaratan itu telah diterima oleh pemerintah China (GACC), selanjutnya mereka akan audit langsung dan mencari tahu kebenaran pasti di lapangan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Manajer sekaligus pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Aksan alias Akas, mengaku menerima uang Rp500 ribu hingga Rp600 ribu dari penyaluran solar subsidi serta Rp50 ribu hingga Rp80…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersiap melaporkan sejumlah SPBU atas dugaan penyelewengan solar bersubsidi. Organisasi kemasyarakatan itu mendesak kepolisian, Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas mengusut distribusi…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Solar subsidi diduga bukan cuma mengalir ke tangki kendaraan, tetapi juga membawa fulus ke kantong pengawas. Lebih panas lagi, Aksan alias Akas, Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong…

LAPORAN KHUSUS

SOLAR subsidi diduga menjadi ladang setoran, operator nozzle kebagian untung, pengawas ikut menerima fulus. Di tengah petani dan nelayan mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM, pengakuan Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Aksan alias Akas, justru membuka…

Example 325x325