LAPORAN KHUSUS

Siomay Kuah Kaledo Ibu Titi Paling ‘Narasa’ Di Parigi

327
×

Siomay Kuah Kaledo Ibu Titi Paling ‘Narasa’ Di Parigi

Sebarkan artikel ini

Masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Kaki Lembu Donggala (Kaledo) yang terkenal dengan kuahnya yang khas. Tetapi, Ibu Titi salah satu pedagang siomay di Kabupaten Parigi Moutong, hanya memakai kuahnya sehingga lebih ‘Narasa’ (enak).

Di Parigi Moutong, banyak yang menjual siomay seperti pada umumnya, ada juga yang memakai kuah mie gelas. Ibu Titi membuat inovasi baru yakni siomay di campur dengan kuah kaledo. Untuk alamatnya, Ibu Titi masih berjualan di Halaman Rumah nya, di jalan Lidah Gimba (Lorong Cinta), Kelurahan Kampal.

“Awalnya saya berkeliling di Kota Parigi, dan melihat banyak sekali penjual siomay tetapi, hampir semuanya sama. Nah, dari situ saya dapat ide untuk menjual siomay kuah kaledo ini, agar berbeda dari yang lain,” kata Ibu Titi kepada klikparimo, 28/2/2024.

Perlu kita ketahui, Ibu Titi berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) disalah satu Dinas di Parigi Moutong, dengan jabatan seorang Kasubag Program. Dengan berjualan siomay ini menjadi usaha sampingannya.

Ibu Titi mengungkapkan, untuk bahan yang dipakai seperti ayam, sapi dan rempah-rempah, ia membelinya dari Pasar Sentral Parigi. Kemudian, untuk pengolahannya, Ibu Titi masih memakai jasa olahan penggilingan bakso.

“Siomay-siomay ini masih kita olah di penggilingan yang berada di PLN, Kelurahan Maesa, kami belum ada dan belum tahu cara membuatnya. Tapi, kedepannya Insyaallah kami juga akan mencari tahu cara mengolahnya,” ungkapnya.

Dengan berjualan siomay kuah kaledo ini, Ibu Titi mendapatkan penghasilan tambahan sebesar 600 sampai dengan 700 ribu perhari.“Kami menjual siomay kecil dengan hara 1000, tahu juga 1000, siomay sapi 1500 dan siomay besar 6000. Untuk pendatan perharinya terkadang 600 ribu, kalau hari libur biasanya sampai 700 ribu,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Manajer sekaligus pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Aksan alias Akas, mengaku menerima uang Rp500 ribu hingga Rp600 ribu dari penyaluran solar subsidi serta Rp50 ribu hingga Rp80…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersiap melaporkan sejumlah SPBU atas dugaan penyelewengan solar bersubsidi. Organisasi kemasyarakatan itu mendesak kepolisian, Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas mengusut distribusi…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Solar subsidi diduga bukan cuma mengalir ke tangki kendaraan, tetapi juga membawa fulus ke kantong pengawas. Lebih panas lagi, Aksan alias Akas, Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong…

LAPORAN KHUSUS

SOLAR subsidi diduga menjadi ladang setoran, operator nozzle kebagian untung, pengawas ikut menerima fulus. Di tengah petani dan nelayan mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM, pengakuan Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Aksan alias Akas, justru membuka…

Example 325x325