Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
DAERAH

WALHI Desak KPK Ambil Alih Soal Pertambangan Poboya

460
×

WALHI Desak KPK Ambil Alih Soal Pertambangan Poboya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

APARAT Penegak Hukum (APH) di Sulawesi Tengah dinilai tidak berdaya menghadapi praktik pertambangan ilegal di atas lahan Kontrak Karya (KK) PT Citra Palu Minerals (CPM) di Kelurahan Poboya, Kota Palu.

Aktivitas perendaman material emas yang dilakukan oleh PT Adijaya Karya Makmur (AKM) kontraktor resmi PT CPM menuai sorotan karena diduga melanggar aturan.

Menanggapi hal ini, advokat dan anggota Individu WALHI Sulteng, Edmond Leonardo Siahaan, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih kasus ini.

“KPK harus mengambil alih laporan masyarakat yang telah disampaikan ke kejaksaan dan kepolisian tetapi tidak ditindaklanjuti. Sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto, KPK harus segera menghitung kerugian negara akibat penambangan ilegal ini,” tegas Edmond, seperti dilansir infosulteng.

Edmond, yang juga pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah, meminta Gubernur Sulteng untuk segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM guna menegakkan larangan terhadap PT AKM dalam melakukan pengolahan emas.

“Gubernur harus turun langsung ke lapangan bersama Kejati dan Kapolda Sulteng untuk mengatasi masalah ini sebelum kerugian negara semakin besar,” ujarnya.

Praktik tambang ilegal ini semakin menjadi sorotan karena berlokasi tidak jauh dari Mako Polda Sulteng dan Kantor Gubernur, tetapi hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat hukum.

Pada 18 November 2024, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM telah mengirimkan surat larangan kepada PT AKM untuk menghentikan segala bentuk pengolahan dan pemurnian emas.

Dalam surat bernomor B-2077/MB.07/DJB.T/2024, Dirjen Minerba dengan jelas melarang PT AKM melakukan:
Pengolahan emas
Pengoperasian alat
Penyediaan personel di lokasi Heap Leach

Namun, aktivitas ilegal tetap berlanjut tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Menurut Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah, kerugian negara akibat tambang ilegal ini diperkirakan sudah mencapai triliunan rupiah sejak 2018.

Selain itu, praktik perendaman emas ini diduga menggunakan bahan kimia berbahaya seperti sianida, yang dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Edmond menegaskan bahwa tindakan tegas harus segera diambil untuk menghentikan praktik tambang ilegal ini sebelum dampaknya semakin luas.

“Jika dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi juga lingkungan dan kesehatan masyarakat akan terancam,” tutupnya. (ind)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI – KORANINDIGO – Sejumlah pelaku usaha perikanan menyoroti “lalod (lambat loading)” kinerja Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Denpasar. Pasalnya, BPK Denpasar dinilai belum mampu memberikan kepastian terkait persoalan perizinan pemanfaatan jenis ikan. Keluhan muncul menyusul…

DAERAH

Mendagri Tito Karnavian ungkapkan 39 daerah kesulitan membayar gaji PPPK karena porsi belanja pegawai melebihi 50 persen APBD. Sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, masuk dalam kategori tersebut. Pemerintah berencana…

DAERAH

Pelaksanaan proyek Pokir DPRD Parimo menjadi sorotan setelah sejumlah pejabat teknis mengungkap dugaan praktik jual-beli proyek dan penunjukan rekanan oleh anggota dewan. Proyek Pokir selama beberapa tahun terakhir diduga dikerjakan oleh rekanan merupakan pilihan atau…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Gugatan warga negara atau Citizen Lawsuit perkara pohon tumbang akhirnya “tumbang”, karena dianggap tidak memenuhi syarat materiil dan tata cara gugatan. Citizen Lawsuit dialamatkan kepada Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase…

Example 325x325