BUOL | KORANINDIGO – Pekerjaan proyek bantuan pemerintah program revitalisasi tahun 2025 di SD Negeri 1 Bunobogu, terletak di desa Inalatan, Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol, menelan biaya sebesar Rp1,1 miliar lebih tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam RAB. Masyarakat setempat mengungkapkan kekhawatiran terkait kualitas material dan perubahan desain pekerjaan yang dilakukan.
Menurut sumber masyarakat tersebut, seharusnya pekerjaan menggunakan besi tulangan ukuran 12 untuk struktur beton, namun dalam pelaksanaannya material digunakan adalah kombinasi besi ukuran 10.
Selain itu untuk bagian slop yang seharusnya dibangun di atas pondasi baru guna mendukung pembangunan gedung, ternyata hanya dibangun di atas pondasi lama yang sudah ada.
“Masyarakat merasa ini jelas pelanggaran, karena tidak sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Kami menganggap hal ini dapat termasuk dalam kategori pelanggaran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” ujar sumber tersebut.
Sebelumnya hal ini pernah di konfirmasi terkait dugaan tersebut, Kepala Sekolah SDN 1 Bunobogu, Syaripudin, S.Pd, menanggapi dengan tegas.
“Silakan bongkar kalau memang benar-benar kami menggunakan besi 10,” ujarnya.
Namun, hal ini di bantah oleh warga inalatan yang mengatakan bahwa pihaknya punya bukti sembari memperlihatkan sejumlah Poto yang memperlihatkan gambar besi 10 yang di kombinasi dengan besi 12 sebelum pemasangan
Masyarakat Desa Inalatan kecamatan Bunobogu yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan pekerjaan menyatakan akan melakukan laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Buol untuk mendapatkan penyelidikan yang adil dan menemukan kebenaran terkait penggunaan dana revitalisasi tersebut.
“Kami berharap pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan mendalam sehingga penggunaan dana publik ini dapat transparan dan sesuai dengan tujuan yang seharusnya,” tambah sumber masyarakat.
Pihak Kejaksaan Negeri Buol belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan terkait rencana laporan yang akan dilakukan oleh masyarakat (Syafri Sakula)


