LAPORAN KHUSUS

Dua Pekan Pasokan Air PDAM Jalur Polres Terhenti

392
×

Dua Pekan Pasokan Air PDAM Jalur Polres Terhenti

Sebarkan artikel ini

BUOL|  KORANINDIGO – Pasokan air dari PDAM untuk wilayah jalur Polres mengalami gangguan dan tidak dapat mengalir selama dua minggu terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat terpaksa menggunakan Air Dalam Tanah (DAP) sebagai alternatif, sehingga memicu kekhawatiran dari pemerintah lokal

“Sudah dua minggu pasokan air PDAM tidak bisa mengalir. Saat ini masyarakat harus menggunakan DAP untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya. Kondisi ini jelas sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan juga dapat berdampak pada kesehatan jika terus berlangsung,” ujar salah seorang warga sekitar Kantor Polres

Menurut informasi awal diterima, gangguan pasokan air terjadi di seluruh wilayah yang dilayani jalur Polres.

Masyarakat melaporkan bahwa sejak dua minggu yang lalu, kran air di rumah mereka tidak mengeluarkan air sama sekali, padahal tagihan air tetap harus dibayar sesuai dengan periode sebelumnya.

“Kita mengharapkan pihak PDAM dapat segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur saluran air, mulai dari pompa hingga pipa distribusi. Bisa jadi ada kerusakan pipa akibat faktor alam, konstruksi di sekitar area saluran, atau masalah teknis pada sistem pengelolaan air,” tambahnya.

“Kita berharap dengan perhatian dan tanggapan cepat dari PDAM, masalah pasokan air ini dapat segera teratasi sehingga masyarakat dapat kembali menikmati pasokan air yang lancar dan layak,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Motanang, Nasir Konio, memberikan konfirmasi kepada media. Ia menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan oleh kondisi debit air yang saat ini mengalami penurunan

“Debit air memang sedang kurang. Namun kami sedang berupaya maksimal dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat,” ujar Nasir Konio.

Ia menegaskan bahwa pihak PDAM Motanang terus melakukan langkah-langkah teknis agar distribusi air bersih dapat kembali normal dan menjangkau seluruh pelanggan. ( Syafri Sakula )

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Manajer sekaligus pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Aksan alias Akas, mengaku menerima uang Rp500 ribu hingga Rp600 ribu dari penyaluran solar subsidi serta Rp50 ribu hingga Rp80…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersiap melaporkan sejumlah SPBU atas dugaan penyelewengan solar bersubsidi. Organisasi kemasyarakatan itu mendesak kepolisian, Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas mengusut distribusi…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Solar subsidi diduga bukan cuma mengalir ke tangki kendaraan, tetapi juga membawa fulus ke kantong pengawas. Lebih panas lagi, Aksan alias Akas, Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong…

LAPORAN KHUSUS

SOLAR subsidi diduga menjadi ladang setoran, operator nozzle kebagian untung, pengawas ikut menerima fulus. Di tengah petani dan nelayan mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM, pengakuan Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Aksan alias Akas, justru membuka…

Example 325x325