DAERAH

Sesat, Aliran Ini Sebut Rukun Islam Ada 11

795
×

Sesat, Aliran Ini Sebut Rukun Islam Ada 11

Sebarkan artikel ini

Tunaikan Haji di Puncak Gunung Bawakaraeng

PARIGI | KORANINDIGO – Sebuah aliran bernama Panggissengana Tarekat Ana’ Loloa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan karena telah menambahkan rukun Islam menjadi 11 dan pengikutnya wajib membeli benda pusaka sebagai syarat masuk surga.

“Rukun Islamnya ada 11, kemudian harus beli pusaka untuk dipakai selama nanti di akhirat,” kata Kepala Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) Bonto-bonto, Marzuki, kepada wartawan, Selasa (4/3).

Tak hanya itu, para pengikut aliran tersebut yang berada di Dusun Bonto-bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mewajibkan untuk menunaikan ibadah haji tidak ke Mekkah, namun di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

“Kalau ibadah haji di tanah suci tidak sah kecuali ke tanah gunung Bawakaraeng,” ujarnya.

Marzuki menerangkan, bahwa para pengikut dilarang membangun rumah dengan alasan uang yang digunakan nantinya untuk membeli pusaka sebagai bekal di akhirat.

“Para pengikutnya dilarang bangun rumah, karena alasannya mau kiamat dan uangnya untuk dibeli pusaka,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Aditya Pandu mengatakan, bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait aliran diduga sesat ini sudah lama. Namun belum ada laporan terbaru yang masuk ke kepolisian.

“Dulu pernah saya dengar, sebelum saya tugas di Maros. Tapi sekarang saya belum (dapat laporan),” kata Aditya kepada CNNIndonesia.com.

Ditangkap!

Pimpinan aliran sesat Pangissengang Tarekat Ana Loloa, Petta Bau (59) bersama empat orang pengikutnya di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap dan dijemput paksa polisi.

Sejumlah senjata tajam berupa kris dan aksesoris yang dianggap benda pusaka disita.

“Kami menjemput Petta Bau alias Petta Bunga yang merupakan pendiri dari Tarekat Ana Loloa diamankan di salah satu rumah milik warga setempat,” kata Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Aditya Pandu kepada wartawan, Senin (31/3).

“Total keseluruhannya itu ada lima orang, termasuk Petta Bau,” tambahnya.

Kasus itu berawal dari keresahan warga sekitar atas aktivitas penyebaran Tarekat Ana Loloa, yang kemudian dinyatakan sesat oleh fatwa MUI Kabupaten Maros.

Tarekat Ana’ Loloa menambahkan rukun Islam menjadi 11 dan pengikutnya wajib membeli benda pusaka sebagai syarat masuk surga.

Tak hanya itu, para pengikut aliran tersebut yang berada di Dusun Bonto-bonto, Maros itu mewajibkan pengikutnya untuk menunaikan ibadah haji tidak ke Mekkah, namun di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

Para pengikut dilarang membangun rumah dengan alasan uang yang digunakan untuk membeli pusaka sebagai bekal di akhirat.

“Para pengikutnya dilarang bangun rumah, karena alasannya mau kiamat dan uangnya untuk dibeli pusaka,” ungkapnya. (IND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menata ulang mekanisme distribusi solar bersubsidi di SPBU 74.943.08, Kelurahan Kampal, dengan melibatkan warga lokal sebagai mitra pengantaran. Kebijakan mulai diterapkan Selasa (13/10/2026) itu bertujuan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Perubahan mekanisme penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai membuahkan hasil positif bagi produktivitas pertanian. Perubahan pola distribusi bermula dari sorotan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Penanaman disiplin dan kesadaran hukum sejak dini menjadi salah satu upaya membangun generasi muda berkarakter. Pesan itu disampaikan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ampibabo Iptu Ansaruddin, SH, saat menjadi pembina upacara bendera…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melakukan rotasi jabatan besar-besaran di lingkungan Korps Bhayangkara, termasuk pada jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng).Keputusan penyegaran organisasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri…

Example 325x325