BUOL| KORANINDIGO – Sebuah kasus menarik muncul di rumah sakit Mokoyulri di Buol, Central Sulawesi, ketika sebuah resep obat yang awalnya diberikan kepada pasien Redza Fajar Satrio tiba-tiba ditarik oleh pihak medis, Dokter yang menangani menyatakan bahwa “obat lain saja cukup” dan resep tersebut “tidak perlu dibeli”, namun hal ini memunculkan pertanyaan besar dari keluarga pasien setelah mereka mengajukan Protes dan meminta rumah sakit untuk membeli obat yang awalnya diresepkan.
Dokter pertama kali meresepkan sejenis obat tertentu untuk menangani kondisi pasien pasca oprasi ringan
Beberapa waktu kemudian, resep tersebut ditarik dengan alasan yang dinilai keluarga pasien sebagai “tidak jelas”, dengan penjelasan bahwa obat alternatif sudah cukup efektif.
Setelah keluarga mengajukan protes terhadap rumah sakit terkait kebijakan ini, pihak rumah sakit kemudian diminta untuk membeli obat yang awalnya diresepkan.
Mengapa resep tersebut dibuat jika ternyata ada obat lain yang cukup..??
Apa alasan sebenarnya penarikan resep sebelum adanya Protes..???
Apakah ada faktor tertentu seperti biaya, ketersediaan obat, atau pertimbangan medis yang tidak diungkapkan secara transparan..?
Hali ini menjadi pertanyaan keluarga pasien..?
Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi yang rinci terkait kasus ini. Sehingga keluarga pasien meminta agar pihak BPJS menegur management RSUD buol
( Syafri Sakula )








