Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
EKONOMI

Cara Indonesia Lepas Dari Kutukan SDA

449
×

Cara Indonesia Lepas Dari Kutukan SDA

Sebarkan artikel ini

KORANINDIGO – Posisi Indonesia selaku negara penghasil sekaligus pengguna minyak kelapa sawit terbesar di dunia menghadapi tantangan besar dalam aspek penghiliran.

“Padahal, strategi hilirisasi yang terencana dengan tepat, berikut penerapannya yang menyeluruh dapat membawa dampak positif tak saja bagi para pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit, namun lebih luas lagi, bagi perekonomian bangsa, termasuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional,” kata Saleh Husin, dikutip dari rm.id.

Hal tersebut dikatakan Saleh dihadapan sidang terbuka Promosi Doktor yang digelar Program Doktor Kajian Stratejik dan Global (KSG) Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) di Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/2) saat mempertahankan disertasinya berjudul “Hilirisasi Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan Meningkatkan Pososi Tawar Indonesia Dalam Perdagangan Dunia”.

Saleh meraih doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang di Makara Art Center yang dipimpin oleh Athor Subroto Ph.D selaku Ketua Sidang. Sementara tim promotor diketuai oleh Prof Chandra Wijaja dengan Dr A Hanief Saha Ghafur dan TM Zakir Sjakur Machmud PhD menjadi anggotanya. Sebagai penguji hadir Dr Fibria Indriati M., Henny Saptatia DN PhD, Muliadi Widjaja PhD, Mohammad Dian Revindo PhD dan M Syaroni Rofli PhD.

Saleh Husin dihadapan sidang terbuka Promosi Doktor yang digelar Program Doktor Kajian Stratejik dan Global (KSG) Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI).

Dalam paparannya, Saleh berpandangan, sebagai produsen utama dunia, penting bagi Indonesia untuk memiliki kebijakan dan strategi pengembangan penghiliran industri kelapa sawit nasional, agar tidak sampai terperosok dalam fenomena kutukan sumber daya alam dan perangkap pendapatan menengah, di mana melimpahnya sumber daya alam justru tidak mampu menjembatani pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Hilirisasi dapat membantu kita terlepas dari resource curse berikut middle income trap karena mendorong inovasi sehingga ketergantungan pada sumber daya tertentu semakin berkurang, bersamaan dengan terciptanya diversifikasi basis industri yang menghadirkan beragam produk bernilai tambah. Hal ini turut mengubah karakteristik industri yang tidak lagi mengandalkan ekstraksi berikut ekspor bahan mentah yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.

Saleh yang kini menjabat Managing Director Sinar Mas, mengilustrasikan penghiliran di sektor industri kelapa sawit dapat memberikan nilai tambah yang tinggi pada produk turunan minyak kelapa sawit, mendorong pemanfaatannya di dalam negeri, menciptakan pendalaman industri, yakni berkembanganya berbagai industri pendukung lainnya. sekaligus mendongkrak nilai ekspor dan secara otomatis meningkatkan Produk Domestik Bruto.

“Petani dengan sendirinya akan meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman mereka, karena buah sawit yang dihasilkan semakin tinggi nilainya. Peningkatan pendapatan berarti meningkatnya kesejahteraan petani, yang kemudian berkontribusi pada peningkatan PDB,” ujar Saleh. (ind)

 

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Ruang gerak fiskal pemerintah daerah memasuki fase paling sempit dalam beberapa tahun terakhir. Ketika pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan pada 2026, kemampuan daerah menutup kekurangan lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru…

EKONOMI

“Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan menghentikan segala kegiatan usaha.” Kalimat singkat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menandai berakhirnya perjalanan satu lagi bank perkreditan rakyat di Indonesia. Penutupan tersebut…

EKONOMI

DAYA saing global Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 merosot menjadi peringkat 48 dari 70 negara pada 2026. Sebelumnya pada 2024, Indonesia sempat mencapai ranking 27. Penurunan ini terjadi di saat mayoritas daya saing…

EKONOMI

STATUS internasional disandang Bandara Mutiara SIS Al-Jufri bukan sekadar kebanggaan daerah. Lebih dari itu, status tersebut merupakan peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi berbasis ekspor, khususnya dari sektor kelautan dan perikanan. Oleh : Handri Pinatik –…

Example 325x325