PARIGI — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai mengetuk pintu pemerintah pusat untuk mempercepat pembenahan sektor pendidikan. Bupati Erwin Burase membawa sederet usulan prioritas saat bertemu Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Audiensi itu berfokus pada sinkronisasi program pusat dengan kebutuhan pendidikan di Parigi Moutong. Sejumlah agenda yang dibahas mencakup rehabilitasi sekolah, penyediaan sarana pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, hingga penguatan kesejahteraan pendidik.
Menurut Erwin, pemerintah daerah sengaja mendatangi kementerian agar berbagai program strategis di bidang pendidikan tidak berhenti pada tahap perencanaan. “Anak-anak kita adalah investasi masa depan daerah. Karena itu kami datang langsung untuk memperjuangkan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia mengatakan percepatan pembangunan pendidikan menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk memperbaiki fasilitas sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat kapasitas tenaga pendidik agar mampu mengikuti perkembangan pendidikan modern.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat disebut memberikan sinyal positif terhadap usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Sejumlah program dinilai dapat diselaraskan dengan agenda nasional peningkatan mutu pendidikan.
Erwin menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan, termasuk di wilayah terpencil.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap hasil pertemuan itu dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program pendidikan sehingga pemerataan layanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah dapat berjalan lebih cepat. IND










