DAERAH

Baru Beberapa Bulan Pasca Rehabilitasi, Plafon Puskesmas Biau Roboh Diduga Di Kerjakan Asal-Asalan   

337
×

Baru Beberapa Bulan Pasca Rehabilitasi, Plafon Puskesmas Biau Roboh Diduga Di Kerjakan Asal-Asalan   

Sebarkan artikel ini

BUOL| KORANINDIGO – Plafon di Puskesmas Biau Kabupaten buol, roboh hanya beberapa bulan setelah selesai dikerjakan, menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat Kelurahan Leok 2. Kejadian ini memicu dugaan adanya Asal – asalan dalam proses pengerjaan proyek tersebut.

Menurut seorang saksi mata, plafon tersebut tiba-tiba ambruk dan jatuh padahal baru beberapa bulan lalu dikerjakan Insiden ini sontak membuat masyarakat khususnya sekitar puskesmas bertanya-tanya mengenai penyebab pasti robohnya plafon tersebut.

Seorang tokoh masyarakat Leok 2 yang enggan disebutkan namanya, menduga bahwa ada kemungkinan kesalahan dalam bestek (spesifikasi teknis) pekerjaan plafon. “Sangat tidak masuk akal jika plafon yang baru dibuat tiba-tiba rusak dan roboh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perlu adanya investigasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari kejadian ini.

Upaya konfirmasi telah dilakukan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, Ricardo, namun PPK sedang dalam perjalanan menuju kota Palu ” Wass..Sy lg Dinas Luar..Mohon kedinas sj utk konfirmasi..🙏” tulis Ricardo melalui saluran WhatsApp pribadinya, dan awak media langsung mencoba menuju Dinas kesehatan sebagai pengguna anggaran namun tidak satupun yang bisa di temui karena tidak berada di tempat

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari PPK maupun dinas pengguna anggaran, yaitu Dinas Kesehatan, mengenai robohnya plafon di Puskesmas Biau

Robohnya plafon ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kualitas bangunan puskesmas secara keseluruhan. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Selain itu, perbaikan plafon diharapkan dapat segera dilakukan agar pelayanan kesehatan di puskesmas tidak terganggu.*** ( Biro Buol )

 

” TUNGGU BERITA SELANJUTNYA !!! “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Urusan bibit durian mendadak panas! Proyek ratusan juta rupiah dari dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) menyeret nama aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH)…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Bibit sudah disemai, pupuk sudah ditebar, ongkos pekerja sudah dibayar. Eh, pesanan malah batal! Petani penangkar durian di Kecamatan Torue dan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, terpaksa gigit jari. Ribuan bibit telanjur disiapkan,…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menata ulang mekanisme distribusi solar bersubsidi di SPBU 74.943.08, Kelurahan Kampal, dengan melibatkan warga lokal sebagai mitra pengantaran. Kebijakan mulai diterapkan Selasa (13/10/2026) itu bertujuan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Perubahan mekanisme penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai membuahkan hasil positif bagi produktivitas pertanian. Perubahan pola distribusi bermula dari sorotan…

Example 325x325