PARIGI | KORANINDIGO – Penegasan pengawasan ketat terhadap harga pangan dan gas subsidi disampaikan Bupati Erwin Burase sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong.
Pemerintah daerah memastikan kontrol pasar diperkuat guna mengantisipasi lonjakan harga, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan instruksi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional, ritel modern, hingga jalur distribusi.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan harga tetap wajar serta mencegah adanya praktik penimbunan atau permainan harga.
“Pengawasan akan kami lakukan secara maksimal. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar,” tegas Bupati Erwin pada Minggu (22/02/2026).
Selain bahan pangan pokok, perhatian serius juga diberikan pada distribusi gas subsidi Elpiji 3 kilogram.
Pemerintah daerah menilai ketersediaan dan kestabilan harga gas melon sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Melalui koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pengawasan dilakukan secara berkala dan terukur.
Sebagai langkah konkret, pemerintah juga telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 11 kecamatan guna memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Dengan pola pengawasan yang diperketat, Pemkab Parigi Moutong optimistis stabilitas harga tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara aman selama Ramadan. IND










