DAERAH

Dari Torue ke Tiongkok: Durian Beku Parimo Siap Bersaing

163
×

Dari Torue ke Tiongkok: Durian Beku Parimo Siap Bersaing

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menorehkan capaian baru di sektor perkebunan dengan mengirimkan produk durian olahan beku ke pasar mancanegara untuk pertama kalinya. Pengapalan komoditas tersebut dilakukan pada Kamis 26 Februari 2026 siang di fasilitas milik PT Silvia Amerta Jaya yang berlokasi di Desa Tolai, Kecamatan Torue.

Acara pelepasan ekspor dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur, jajaran Pemerintah Provinsi, Wakil Bupati Parigi Moutong, unsur DPRD, Kamar Dagang dan Industri, serta perwakilan organisasi perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten.

Sebanyak 27 ton durian beku dengan nilai transaksi sekitar Rp2,1 miliar diberangkatkan menuju Republik Rakyat Tiongkok. Pengiriman ini menjadi langkah awal bagi Parigi Moutong untuk memperluas pasar komoditas unggulannya hingga ke tingkat internasional.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses hingga terealisasinya ekspor tersebut.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan seluruh stakeholder, khususnya Kamar Dagang dan Industri serta Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Kabupaten Parigi Moutong yang terus mendorong peningkatan kualitas dan akses pasar,” ujarnya.

Menurutnya, potensi durian di wilayah Parigi Moutong terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini terdapat 17 unit rumah kemas yang mendukung proses sortasi, pengolahan, hingga pengepakan sesuai standar ekspor.

Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam penyediaan bibit unggul jenis montong guna menjawab tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan durian.

“Kami melihat antusiasme petani semakin meningkat setelah adanya akses pasar ekspor. Karena itu, dukungan penyediaan bibit unggul sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi,” katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dalam pengembangan komoditas hortikultura.

“Kami akan terus mendukung agar Parigi Moutong dapat tumbuh sebagai sentra durian andalan di Sulawesi Tengah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Pengiriman perdana ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan produktivitas petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perkebunan berbasis ekspor. IND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

POSO | KORANINDIGO — Tanah di kawasan tambang emas tanpa izin Desa Dongi Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali bergerak. Pada Jumat, 11 September 2026, material longsor menerjang area penambangan dan mengenai sejumlah penambang. Beberapa…

DAERAH

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membentuk tim terpadu demi membongkar gurita penyelewengan Solar subsidi lintas wilayah. Langkah taktis ini diambil menyusul maraknya praktek lancung manipulasi QR Code, monopoli antrean, hingga setoran fulus atensi di SPBU. Sengkarut…

DAERAH

PALU | KORANINDIGO — Produksi perikanan Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 658.451,80 ton. Kenaikan terutama terlihat pada perikanan tangkap, sementara angka produksi budidaya masih berstatus sementara. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mencatat produksi…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Supriadin, memberikan penjelasan mengenai polemik mekanisme pembagian barcode BBM bersubsidi bagi petani di wilayah selatan. “Barcode itu…

Example 325x325