Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

Dari Torue ke Tiongkok: Durian Beku Parimo Siap Bersaing

142
×

Dari Torue ke Tiongkok: Durian Beku Parimo Siap Bersaing

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menorehkan capaian baru di sektor perkebunan dengan mengirimkan produk durian olahan beku ke pasar mancanegara untuk pertama kalinya. Pengapalan komoditas tersebut dilakukan pada Kamis 26 Februari 2026 siang di fasilitas milik PT Silvia Amerta Jaya yang berlokasi di Desa Tolai, Kecamatan Torue.

Acara pelepasan ekspor dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur, jajaran Pemerintah Provinsi, Wakil Bupati Parigi Moutong, unsur DPRD, Kamar Dagang dan Industri, serta perwakilan organisasi perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten.

Sebanyak 27 ton durian beku dengan nilai transaksi sekitar Rp2,1 miliar diberangkatkan menuju Republik Rakyat Tiongkok. Pengiriman ini menjadi langkah awal bagi Parigi Moutong untuk memperluas pasar komoditas unggulannya hingga ke tingkat internasional.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses hingga terealisasinya ekspor tersebut.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan seluruh stakeholder, khususnya Kamar Dagang dan Industri serta Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Kabupaten Parigi Moutong yang terus mendorong peningkatan kualitas dan akses pasar,” ujarnya.

Menurutnya, potensi durian di wilayah Parigi Moutong terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini terdapat 17 unit rumah kemas yang mendukung proses sortasi, pengolahan, hingga pengepakan sesuai standar ekspor.

Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam penyediaan bibit unggul jenis montong guna menjawab tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan durian.

“Kami melihat antusiasme petani semakin meningkat setelah adanya akses pasar ekspor. Karena itu, dukungan penyediaan bibit unggul sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi,” katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dalam pengembangan komoditas hortikultura.

“Kami akan terus mendukung agar Parigi Moutong dapat tumbuh sebagai sentra durian andalan di Sulawesi Tengah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Pengiriman perdana ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan produktivitas petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perkebunan berbasis ekspor. IND

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Selisih denda ratusan juta rupiah, pecah paket senilai Rp1,19 miliar, gedung Rp8,7 miliar rusak sebelum dimanfaatkan, serta gugatan Rp10 miliar menjadi simpul persoalan. Nilai kerugian negara masih menunggu audit resmi, namun sumber risikonya mulai terlihat…

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

Example 325x325