Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
DAERAH

Dari Torue ke Tiongkok: Durian Beku Parimo Siap Bersaing

94
×

Dari Torue ke Tiongkok: Durian Beku Parimo Siap Bersaing

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menorehkan capaian baru di sektor perkebunan dengan mengirimkan produk durian olahan beku ke pasar mancanegara untuk pertama kalinya. Pengapalan komoditas tersebut dilakukan pada Kamis 26 Februari 2026 siang di fasilitas milik PT Silvia Amerta Jaya yang berlokasi di Desa Tolai, Kecamatan Torue.

Acara pelepasan ekspor dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur, jajaran Pemerintah Provinsi, Wakil Bupati Parigi Moutong, unsur DPRD, Kamar Dagang dan Industri, serta perwakilan organisasi perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten.

Sebanyak 27 ton durian beku dengan nilai transaksi sekitar Rp2,1 miliar diberangkatkan menuju Republik Rakyat Tiongkok. Pengiriman ini menjadi langkah awal bagi Parigi Moutong untuk memperluas pasar komoditas unggulannya hingga ke tingkat internasional.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses hingga terealisasinya ekspor tersebut.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan seluruh stakeholder, khususnya Kamar Dagang dan Industri serta Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Kabupaten Parigi Moutong yang terus mendorong peningkatan kualitas dan akses pasar,” ujarnya.

Menurutnya, potensi durian di wilayah Parigi Moutong terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini terdapat 17 unit rumah kemas yang mendukung proses sortasi, pengolahan, hingga pengepakan sesuai standar ekspor.

Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam penyediaan bibit unggul jenis montong guna menjawab tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan durian.

“Kami melihat antusiasme petani semakin meningkat setelah adanya akses pasar ekspor. Karena itu, dukungan penyediaan bibit unggul sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi,” katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dalam pengembangan komoditas hortikultura.

“Kami akan terus mendukung agar Parigi Moutong dapat tumbuh sebagai sentra durian andalan di Sulawesi Tengah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Pengiriman perdana ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan produktivitas petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perkebunan berbasis ekspor. IND

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI – KORANINDIGO – Sejumlah pelaku usaha perikanan menyoroti “lalod (lambat loading)” kinerja Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Denpasar. Pasalnya, BPK Denpasar dinilai belum mampu memberikan kepastian terkait persoalan perizinan pemanfaatan jenis ikan. Keluhan muncul menyusul…

DAERAH

Mendagri Tito Karnavian ungkapkan 39 daerah kesulitan membayar gaji PPPK karena porsi belanja pegawai melebihi 50 persen APBD. Sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, masuk dalam kategori tersebut. Pemerintah berencana…

DAERAH

Pelaksanaan proyek Pokir DPRD Parimo menjadi sorotan setelah sejumlah pejabat teknis mengungkap dugaan praktik jual-beli proyek dan penunjukan rekanan oleh anggota dewan. Proyek Pokir selama beberapa tahun terakhir diduga dikerjakan oleh rekanan merupakan pilihan atau…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Gugatan warga negara atau Citizen Lawsuit perkara pohon tumbang akhirnya “tumbang”, karena dianggap tidak memenuhi syarat materiil dan tata cara gugatan. Citizen Lawsuit dialamatkan kepada Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase…

Example 325x325