Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

Janggal Material Proyek Ruas Kayuboko-Baliara

793
×

Janggal Material Proyek Ruas Kayuboko-Baliara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGI – KORANINDIGO – Pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Ruas Kayuboko-Baliara senilai Rp1,1 miliar nampak janggal. Proyek inovasi baru dengan hasil akhir Asphalt Concrete Warm Climate (AC-WC) dihelat CV Bolle Cipta Sejahtera (BCS) diduga tak sesuai standar.

Pantauan koranindigo.com di lapangan, pihak BCS diduga kuat banyak melanggar standar kualitas tertera pada spesifikasi proyek dibiayai APBD 2024 tersebut.

Sinyalemen sementara mengisyaratkan banyak tahapan dikerjakan BCS selaku kontraktor pelaksana yang menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan spesifikasi tertuang dalam pekerjaan atau Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Material digunakan bagi Lapis Pondasi Bawah (LPB), berupa lapisan struktur agregat kelas B dalam pekerjaan diduga kuat tidak seluruhnya berasal dari lokasi quarry yang telah disetujui oleh direksi.

BACA JUGA:
Miris! Proyek Preservasi Kementerian PUPR Gunakan Semen Murahan
Kontraktor Preservasi Malala-Lingadan Diduga Gunakan Material Non Standar

Selain itu, material digunakan oleh BCS, masih bercampur dengan bahan lain yang tidak diinginkan dan tidak direkomendasikan secara teknis dalam pelaksanaan proyek jalan.

Edi Bolle, bos dari BCS selaku kontraktor pemenang, belum bersedia melontar kata, dan menjawab konfirmasi terkait beberapa temuan fakta pada proyek peningkatan jalan ruas Kayuboko-Baliara itu.

 

PROYEK JALAN JADI TEMUAN BPK
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi seringkali terdapat penyimpangan biaya yang antara lain disebabkan oleh bahan, peralatan, tenaga kerja, subkontraktor, overhead, dan kondisi umum.

Material merupakan komponen biaya utama dalam proyek konstruksi, sehingga pengelolaan material buruk dapat menyebabkan penyimpangan biaya proyek.

Terjadinya penyimpangan biaya dapat dilihat dari selisih fulus sebagai pelaksanaan dan biaya perencanaan.

Seperti diketahui, beberapa paket peningkatan jalan senilai Rp21 miliar lebih pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong (Parimo) menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Proyek menghabiskan fulus negara sebesar Rp21 miliar tersebut disinyalir mengalami gagal konstruksi dan mengakibatkan kerugian mencapai Rp5 miliar.

Paket dianggap gagal konstruksi itu diantaranya proyek jalan ruas Gio-Tulandengi senilai Rp9,1 miliar dihelat PT Rizal Nugraha Membangun, proyek peningkatan jalan Pembuni-Bronjong senilai Rp7,1 miliar juga dimenangkan PT Rizal Nugraha Membangun dan terakhir adalah proyek peningkatan jalan trans Bimoli-Pantai dengan nilai kontrak Rp4,7 miliar dihelat CV Fita Menui Lemboano Reangku.

Ketiga proyek peningkatan jalan kepunyaan Dinas PUPRP Parimo tersebut diketahui bersumber dari fulus dana alokasi khusus (DAK) tematik dan Fisik tahun 2023.

Kuat dugaan proyek-proyek jalan tersebut tidak memenuhi spek campuran Poor Graded Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC).

Sehingga, belum genap setahun pengerjaan, kondisi jalan mulai rusak di sana-sini.

Susunan lapisan perkerasan jalan yang tidak dikerjakan dengan baik, mengakibatkan kerusakan terhadap kontruksi jalan yang sudah terbentuk.

Terungkap pula, bahwa paket-paket tersebut, pada tahap tender, dimenangkan oleh kontraktor hanya dengan buangan di bawah satu persen dari pagu anggaran. (IND)

 

 

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Selisih denda ratusan juta rupiah, pecah paket senilai Rp1,19 miliar, gedung Rp8,7 miliar rusak sebelum dimanfaatkan, serta gugatan Rp10 miliar menjadi simpul persoalan. Nilai kerugian negara masih menunggu audit resmi, namun sumber risikonya mulai terlihat…

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

Example 325x325