Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

POPDA Sulteng XXIII/2025 Resmi Ditutup: Parigi Moutong Kunci Peringkat Kedua dengan 16 Medali

120
×

POPDA Sulteng XXIII/2025 Resmi Ditutup: Parigi Moutong Kunci Peringkat Kedua dengan 16 Medali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Indigo –Perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Sulawesi Tengah XXIII/2025 resmi ditutup dengan catatan prestasi gemilang bagi Kabupaten Parigi Moutong. Pada hari terakhir pertandingan, kontingen Parigi Moutong menambah dua medali dari cabang panahan masing-masing diraih oleh Andi Syafa (perak) dan Mu’adz (perunggu). Tambahan ini mengokohkan posisi Parigi Moutong di peringkat kedua klasemen akhir dengan total 16 medali (5 emas, 6 perak, 5 perunggu), tepat di bawah juara bertahan Kota Palu.
Prestasi ini sekaligus menandai lonjakan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya, ketika Parigi Moutong hanya berada di peringkat keenam POPDA 2024. Peningkatan tersebut disebut tidak terlepas dari perhatian serius pemerintah daerah, mulai dari dukungan anggaran, arahan pimpinan, hingga pembinaan cabang olahraga secara berkelanjutan.
Ketua kontingen Parigi Moutong eny susilowati, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan ini.
“Atas nama kontingen, kami menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom, Wakil Bupati H. Abdul Sahid, S.Pd, Sekretaris Daerah Zulfinasran, Kepala Disporapar Abdul Azis Tombolotutu, Ketua KONI Faisan Badja, para ketua cabang olahraga, para pelatih, serta orang tua atlet yang bahkan rela hadir langsung di lapangan memberikan dukungan kepada putra-putri tercintanya,” ungkapnya.
Meski belum mampu merebut posisi puncak, kontingen Parigi Moutong optimistis akan terus berbenah dan berjuang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. “Insya Allah, kami akan berusaha keras agar tahun depan bisa merebut peringkat pertama. Untuk saat ini, mari kita fokus mempersiapkan atlet-atlet hebat Parigi Moutong yang akan mewakili Sulawesi Tengah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) November mendatang,” tambahnya.
Kebanggaan itu juga dirasakan langsung oleh para atlet. “Saya sangat bersyukur bisa menyumbangkan medali perak untuk Parigi Moutong. Ini bukan hanya untuk diri saya, tapi untuk semua teman, pelatih, dan keluarga yang selalu mendukung,” ucap Andi Syafa dengan mata berkaca-kaca. Sementara Mu’adz, peraih perunggu panahan, menambahkan, “Rasanya luar biasa. Meski hanya perunggu, tapi saya bangga bisa berjuang dan memberi yang terbaik untuk daerah tercinta.”
Dengan pencapaian ini, Parigi Moutong tidak hanya mempersembahkan prestasi olahraga, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pembinaan generasi muda di bidang olahraga. Air mata haru, pelukan hangat antar-atlet, dan sorak-sorai suporter yang memenuhi arena POPDA menjadi saksi bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal medali, melainkan tentang kebanggaan, persaudaraan, dan mimpi besar Parigi Moutong untuk terus berdiri sejajar di panggung olahraga nasional.
*SUMBER : PROKOPIM SETDA DI PUBLISH DISKOMINFO PARIGI PARIGI MOUTONG*
Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Selisih denda ratusan juta rupiah, pecah paket senilai Rp1,19 miliar, gedung Rp8,7 miliar rusak sebelum dimanfaatkan, serta gugatan Rp10 miliar menjadi simpul persoalan. Nilai kerugian negara masih menunggu audit resmi, namun sumber risikonya mulai terlihat…

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

Example 325x325