“Kami (Selaku Putra Daerah asli Kabupaten Buol) tidak mungkin mau jual kebaikannya Buol untuk hal-hal lain yang tidak jelas”
BUOL | KORANINDIGO – Terkait pemberitaan terkait proyek Labkesmas senilai Rp15 miliar di Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau disinyalir dicairkan 100 persen tanpa pengawasan dan PHO, membuat Kepala Bidang (Kabid) pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buol, Ronald melontar kata.
Dikutip dari aplikasi Grop Info Dinkes Media partner. Selaku Putra Daerah asli Kabupaten Buol, Kabid Pelayanan dan SDK Dinkes Buol, Ronald, dengan berapi-api menyatakan tidak akan mungkin menjual kebaikan Buol untuk hal tidak jelas.
BERITA TERKAIT:
Pencairan Proyek Rp15 Miliar Labkesmas Buol Diduga Tanpa Pengawasan dan PHO
Kabid Pelayanan dan SDK Ronald menyebut media jangan hanya melansir hal-hal negatif tentang Kabupaten Buol, seperti dugaan menimpa proyek Labkesmas.
Kabid Ronald menyatakan agar media juga dapat membuat narasi pemberitaan secara positif terkait kinerja Dinas dimana ia duduk sebagai Kabid.
“Kenapa setiap beritamu tidak coba angkat sisi positif tentang bagusnya Buol sudah miliki Labkesmas, sehingga pelayanan pemeriksaan sudah mudah dijangkau. Kan enak dibaca”, ujar Kabid Pelayanan dan SDK Ronald, baru-baru ini.
Sang Kabid merasa bahwa pemberitaan koranindigo.com dengan judul “Pencairan Proyek Rp15 Miliar Labkesmas Buol Diduga Tanpa Pengawasan dan PHO”, dapat membuat masyarakat merasa resah dan takut.
“Kegiatan (pemberitaan) media hanya membuat masyarakat merasa horor dan tidak menghargai kinerja positif Dinkes. Harusnya media dapat memberitakan secara berimbang dan memberikan apresiasi kinerja positif Dinkes Buol”, ujar Ronald.
“Kami hargai kerjanya Bapak (wartawan), tapi apresiasi jugalah kinerja positif Dinkes, yang sudah berhasil membangun sarana dan prasarana untuk mudahkan pelayanan ke masyarakat”, ujar Ronald lagi.
Kabid Pelayanan dan SDK Ronald juga menekankan bahwa dirinya dan tim di Dinkes, merupakan Putra Daerah asli Kabupaten Buol yang ingin melihat Buol maju dan berkembang.
“Kami (Selaku Putra Daerah asli Kabupaten Buol) tidak mungkin mau jual kebaikannya Buol untuk hal-hal lain yang tidak jelas”, kata Ronald, berapi-api dalam kata ia lontarkan aplikasi Whatsapp pada Group Dinkes Buol. (MIN)










