LAPORAN KHUSUS

Truk Butut, Solar Disikat, ASN Diduga Terlibat

1
×

Truk Butut, Solar Disikat, ASN Diduga Terlibat

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO – Solar subsidi diduga menjadi ladang fulus bagi segelintir pihak. Di tengah antrean panjang di SPBU 74.943.08, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, puluhan truk disinyalir menyusup dalam antrean dan berulang kali mengisi Solar sebelum muatannya dipindahkan ke wadah penampungan. Lebih panas lagi, sedikitnya tiga oknum aparatur sipil negara (ASN) diduga ikut bermain melalui empat unit truk.

Jika dugaan ini terbukti, persoalannya bukan sekadar ulah pelansir BBM.

Integritas aparatur negara ikut dipertaruhkan, sementara masyarakat pengguna Solar subsidi harus menghadapi antrean panjang. ASN Diduga Ikut “Main” di Belakang Layar.

BERITA TERKAIT:
Antrean Solar SPBU Kampal Diduga Direkayasa
Armada Siluman: Bangkai Truk Pemburu Solar
Kebal Hukum Antrean “Siluman” SPBU Kampal
Antrean Masih Ada, Mafia Solar Tetap Berkuasa

Himpunan nformasi menyebutkan, tiga oknum ASN diduga menggunakan empat unit truk untuk mengikuti pola pengisian berulang. Salah satu pihak ASN disebut berinisial D.

Armada tersebut diduga terdiri atas tiga dump truck, termasuk jenis Hino dan Toyota Dyna/Rino, serta satu truk Toyota Dyna/Rino bak pendek.

Kendaraan itu disebut tidak selalu dikemudikan oleh ketiga ASN itu.

Orang suruhan diduga bertugas membawa truk masuk antrean, mengisi Solar, lalu meninggalkan SPBU.

Setelah keluar dari area pengisian, bahan bakar diduga dipindahkan ke jeriken atau wadah penampungan di lokasi tertentu.

Truk kemudian kembali ke SPBU untuk mengisi ulang. Siklus itu berlangsung berulang selama kesempatan pengisian tersedia.

Modusnya sederhana, tetapi dampaknya bisa panjang.

Truk bukan hanya menjadi alat transportasi, melainkan diduga dimanfaatkan sebagai kendaraan penampungan sementara Solar sekaligus sarana mengulang pembelian BBM bersubsidi.

Informasi awal menyebut satu kendaraan dapat memperoleh sekitar 50 liter dalam satu putaran pengisian, atau setara dengan tiga jeriken kapasitas 33 liter solar.

Inisial Berderet, Armada Mengular

Berdasar penelusuran terbari koranindigo.com, dugaan praktik tengik tersebut menyeret sejumlah inisial lain.

Haji DP diduga memasukkan sedikitnya delapan kendaraan, terdiri atas empat kendaraan jenis truk dan empat kendaraan pribadi.

Haji IW disebut menggunakan satu unit truk.  AR diduga memiliki satu truk berbak tinggi berwarna abu-abu.

Sementara AYD disebut menggunakan dua unit truk untuk melansir Solar subsidi.

Nama EM turut disebut dalam informasi lapangan. Ia diduga mengoperasikan empat truk, terdiri atas tiga dump truck dan satu truk berbak pendek. RN disebut memiliki tiga unit truk.

Adapun RF, pihak disebut sebagai pengelola SPBU, diduga menggunakan dua dump truck untuk menampung Solar melalui pengisian berulang.

Solar Tambang, Harga Selangit

Dugaan penyelewengan disebut berlanjut hingga kawasan tambang Kayuboko.

Solar hasil pengisian di SPBU diduga dipindahkan ke jeriken sebelum dibawa ke lokasi pertambangan.

Informasi lapangan menyebut harga Solar di kawasan tambang mencapai Rp550 ribu per jeriken berkapasitas 33 liter.

Sementara harga melalui perantara atau calo disebut sekitar Rp480 ribu per jeriken.

Di tengah dugaan pengisian berulang, sejumlah sopir ekspedisi jarak jauh dilaporkan harus menunggu berhari-hari akibat terbatasnya persediaan Solar.

Kontrasnya mencolok. Pengemudi angkutan logistik berjuang memperoleh bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan, sedangkan sejumlah truk rata-rata nerupakan truk tua diduga keluar-masuk SPBU mengulang pengisian.

Kuat dugaan praktik tersebut atas sepengetahuan dan melibatkan oknum pengelola SPBU. IND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Manajer sekaligus pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Aksan alias Akas, mengaku menerima uang Rp500 ribu hingga Rp600 ribu dari penyaluran solar subsidi serta Rp50 ribu hingga Rp80…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersiap melaporkan sejumlah SPBU atas dugaan penyelewengan solar bersubsidi. Organisasi kemasyarakatan itu mendesak kepolisian, Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas mengusut distribusi…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Solar subsidi diduga bukan cuma mengalir ke tangki kendaraan, tetapi juga membawa fulus ke kantong pengawas. Lebih panas lagi, Aksan alias Akas, Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong…

LAPORAN KHUSUS

SOLAR subsidi diduga menjadi ladang setoran, operator nozzle kebagian untung, pengawas ikut menerima fulus. Di tengah petani dan nelayan mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM, pengakuan Manajer sekaligus Pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Aksan alias Akas, justru membuka…

Example 325x325