Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 970x250 Example 970x250 Example 970x250
EKONOMI

Perkuat Ekspor UMKM, Apindo Usulkan Pembentukan Taskforce Utilisasi Perjanjian Dagang

258
×

Perkuat Ekspor UMKM, Apindo Usulkan Pembentukan Taskforce Utilisasi Perjanjian Dagang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

[ JAKARTA – KORANINDIGO ] – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menegaskan komitmen bersama untuk memastikan perjanjian dagang internasional dapat dimanfaatkan secara optimal oleh dunia usaha nasional, khususnya dalam mendorong peningkatan ekspor dan daya saing UMKM.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi APINDO dengan Menteri Perdagangan RI yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama multilateral dengan Eropa melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), peran Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), hingga penguatan Trade Expo Indonesia (TEI) sebagai instrumen promosi dagang nasional.

Delegasi APINDO dipimpin langsung oleh Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, didampingi Wakil Ketua Umum Sanny Iskandar, Ketua Bidang Perdagangan Anne Patricia Sutanto, Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional Didit A. Ratam, Ketua Komite Perjanjian Internasional Mufti Hamka Hasan, Ketua Komite Pengembangan Ekspor Budihardjo Iduansjah, Direktur Riset dan Komunikasi Denis Dimas Permana, serta Policy Manager Sherly Veronica.

Sementara dari Kementerian Perdagangan RI hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso, Direktur Jenderal Perdagangan Internasional Djatmiko, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Puntodewi.

Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menekankan pentingnya pembentukan taskforce utilisasi perjanjian dagang, khususnya untuk IEU-CEPA dan kerja sama dengan Kanada, agar perjanjian tersebut tidak berhenti pada tataran legal formal semata.

“Yang dibutuhkan dunia usaha adalah mekanisme konkret, seperti forum B2B yang rutin, business matching yang terarah, serta saluran umpan balik kebijakan dari pelaku usaha kepada pemerintah,” ujar Shinta. Ia juga menyoroti pentingnya membangun narasi bersama dalam setiap perjanjian dagang, mengingat selalu terdapat pihak yang diuntungkan maupun yang terdampak.

Sementara itu, Ketua Bidang Perdagangan APINDO Anne Patricia Sutanto menyampaikan bahwa APINDO bersama Kementerian Perdagangan tengah mempersiapkan roadshow Eropa pada Juni 2026 yang mencakup Belgia, Jerman, Belanda, dan Prancis. Selain itu, optimalisasi Trade Expo Indonesia terus didorong sebagai platform utama promosi dan transaksi dagang.

“Pemetaan sektor unggulan, pelaku usaha, dan target pasar harus dilakukan sejak awal agar misi dagang memberikan dampak nyata,” jelas Anne.

Dalam diskusi tersebut, APINDO juga menyoroti potensi pasar non-tradisional seperti Rusia, Belarus, dan kawasan Eropa Timur, serta pentingnya advokasi lanjutan di parlemen negara mitra dagang. Isu standardisasi, Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa, serta kesiapan industri nasional dalam memanfaatkan penurunan tarif turut menjadi perhatian utama.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan terus memperkuat program UMKM Bisa Ekspor, yang pada tahun sebelumnya melibatkan sekitar 1.200 UMKM dan menghasilkan 137 kontrak dagang melalui skema business matching. Ke depan, Kemendag mendorong sinergi yang lebih erat dengan APINDO dalam pembinaan UMKM, penguatan business council, serta konsolidasi promosi dagang.

Audiensi ini menegaskan peran strategis kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjadikan perjanjian dagang internasional sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. **

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

JUDI online (judol) terbukti memangkas potensi pertumbuhan ekonomi karena dana masyarakat tak dipakai untuk menggerakkan ekonomi lokal. Praktik jual beli rekening turut menyuburkannya. Kolaborasi antar-lembaga, perbankan, dan masyarakat pun diminta untuk diperkuat. Anggota Dewan Ekonomi…

Example 325x325