Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
EKONOMI

Apindo dan Seafdec Restocking Sidat di Danau Poso, Perkuat Fondasi Industri Sidat Berkelanjutan

630
×

Apindo dan Seafdec Restocking Sidat di Danau Poso, Perkuat Fondasi Industri Sidat Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POSO, KORAN INDIGO – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara (SEAFDEC) dan Pemerintah Kabupaten Poso, melaksanakan restocking 5.000 ekor sidat tropis (Anguilla spp) size elver,fingerling dan yellow eel, setara dengan 200 kilogram, di Siuri, Danau Poso, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya restocking sidat tropis terbesar di Sulawesi dan bertujuan untuk meningkatkan pemulihan populasi sidat, meningkatkan keberlanjutan ekosistem, dan mendukung pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab di wilayah tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal SEAFDEC, Mr. Koichi Tahara, menekankan pentingnya ekologi Danau Poso sebagai salah satu habitat utama bagi ikan sidat tropis di Asia Tenggara. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Poso, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan mitra lokal atas kerja sama yang kuat, menekankan bahwa kolaborasi yang efektif sangat penting untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan jangka panjang. Beliau juga mencatat bahwa pekerjaan SEAFDEC yang sedang berlangsung di Poso, yang didukung oleh Japan Trust Fund dan Japan ASEAN Integration Fund (JAIF), berkontribusi pada penguatan penilaian stok dan memajukan pengelolaan sumber daya sidat yang berkelanjutan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah, Bapak Wijaya Chandra, menggarisbawahi pentingnya membangun industri sidat yang berkelanjutan di tengah meningkatnya permintaan global, yang telah mencapai hingga 120 ton per bulan dari pasar ekspor utama. Beliau menekankan bahwa restocking sidat membantu mengurangi tekanan eksploitasi pada stok alami sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang untuk industri terkait sidat.

Mewakili Bupati Poso, H. Sukimin, Asisten III Bidang Administrasi Umum, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Poso untuk melindungi ekosistem Danau Poso. Beliau menyoroti bahwa keberlanjutan sidat bergantung pada habitat alami yang sehat dan bahwa sidat merupakan salah satu komoditas ekonomi Poso yang menjanjikan dan membutuhkan pengelolaan yang bertanggung jawab dan teratur. Atas nama Bupati, beliau secara resmi membuka kegiatan penebaran kembali ikan sidat dan menyampaikan apresiasi kepada SEAFDEC, APINDO, dan semua mitra atas dukungan mereka terhadap upaya perikanan berkelanjutan di Poso.

Penebaran kembali ini mengikuti Pedoman Teknis Indonesia 2021, yang mensyaratkan penilaian ekologis, pemilihan sidat muda yang sehat, penanganan yang tepat, aklimatisasi, pelepasan, dan pemantauan pasca-kegiatan. Prosedur teknis dijelaskan oleh Bapak Doni Armanto dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang menekankan pentingnya dokumentasi dan pelaporan yang tepat untuk memastikan akuntabilitas dan keberhasilan program.

Acara yang bertema “Restocking Today, Sustaining for the Future,” ini mempertemukan instansi pemerintah, lembaga teknis, organisasi masyarakat, perwakilan sektor swasta, dan tim peneliti internasional. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan potensi Poso sebagai pusat pengembangan sidat berkelanjutan sekaligus melestarikan Danau Poso sebagai habitat penting bagi siklus hidup sidat tropis. **

 

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Ruang gerak fiskal pemerintah daerah memasuki fase paling sempit dalam beberapa tahun terakhir. Ketika pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan pada 2026, kemampuan daerah menutup kekurangan lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru…

EKONOMI

“Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan menghentikan segala kegiatan usaha.” Kalimat singkat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menandai berakhirnya perjalanan satu lagi bank perkreditan rakyat di Indonesia. Penutupan tersebut…

EKONOMI

DAYA saing global Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 merosot menjadi peringkat 48 dari 70 negara pada 2026. Sebelumnya pada 2024, Indonesia sempat mencapai ranking 27. Penurunan ini terjadi di saat mayoritas daya saing…

EKONOMI

STATUS internasional disandang Bandara Mutiara SIS Al-Jufri bukan sekadar kebanggaan daerah. Lebih dari itu, status tersebut merupakan peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi berbasis ekspor, khususnya dari sektor kelautan dan perikanan. Oleh : Handri Pinatik –…

Example 325x325