PALU | KORANINDIGO – Aktivitas tambang disebut-sebut ancam kawasan bersejarah Dongi-Dongi di Kabupaten Poso picu perhatian publik.
Gubernur Anwar Hafid tegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) telah bergerak cepat melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Anwar Hafid dengan tegas menbantah anggapan bahwa Pemprov Sulteng bersikap pasif terhadap isu berkembang.
Gubernur Anwar Hafid memastikan tim dari Pemprov telah turun ke lokasi sejak informasi tersebut mencuat ke publik.
“Sejak adanya berita itu, tim kami sudah berada di lapangan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Taman Nasional Lore Lindu dan Pemerintah Kabupaten Poso”, kata Anwar Hafid, baru-baru ini, seperti dilansir oleh radarpalu.com.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan sekaligus menilai apakah terdapat aktivitas yang melanggar aturan, khususnya berpotensi mengganggu kawasan konservasi maupun situs bersejarah di wilayah itu.
Saat ini, kata Gubernur Anwar, tim gabungan tengah melakukan investigasi bersama pihak pengelola kawasan konservasi dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu serta pemerintah daerah setempat.
Pemerintah provinsi, kata Anwar Hafid, perlu melakukan pengecekan secara langsung karena status wilayah Dongi-Dongi memiliki karakteristik khusus.
Kawasan tersebut diketahui telah berstatus enklave atau dikeluarkan dari kawasan Taman Nasional Lore Lindu. IND*










