Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
DAERAH

BMKG: Waspadai Hujan Lebat

27
×

BMKG: Waspadai Hujan Lebat

Sebarkan artikel ini

Dua Desa di Parigi Diterjang Banjir

Example 468x60

PARIGI | KORANINDIGO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan ini.

BMKG menilai kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul kejadian banjir yang melanda Desa Lobu Mandiri dan Desa Parigimpu, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (20/6/2026) malam.

Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 22.30 Wita menyebabkan debit air meluap dan merendam permukiman warga.
Dalam analisis cuaca sementara, BMKG menjelaskan terdapat belokan angin di sekitar wilayah Sulawesi Tengah yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, suhu muka laut di perairan Teluk Tomini tercatat mengalami anomali positif antara 1 hingga 2,5 derajat Celsius yang turut mendukung peningkatan penguapan dan pembentukan awan konvektif.

“BMKG mengimbau kepada stakeholder dan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung,” demikian keterangan resmi Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, seperti dilansir radarpalu.

Akibat banjir tersebut, satu rumah milik warga di Desa Lobu Mandiri terdampak dengan jumlah penghuni enam jiwa. Selain itu, dua unit jembatan penghubung desa di Dusun III mengalami kerusakan parah, sementara saluran air di Dusun I dilaporkan jebol.

Di Desa Parigimpu, satu unit jembatan mengalami kerusakan pada bagian oprit sehingga mengganggu akses transportasi masyarakat setempat.

Meski menimbulkan kerusakan infrastruktur, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Sabtu (20/6/2026) pukul 21.30 Wita.

Untuk periode 20 hingga 22 Juni 2026, sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat, di antaranya Parigi Moutong, Poso, Sigi, Donggala, Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Banggai, Buol, Tolitoli, dan Kota Palu. IND

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Sebuah ekskavator berwarna kuning tampak sibuk mengeruk tanah di kawasan tambang emas ilegal Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin pagi, 22 Juni 2026. Sepintas, tidak ada…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Bagaimana mungkin ekskavator sitaan berbobot puluhan ton bisa hilang dari lokasi penitipan, lalu beberapa hari kemudian kembali beroperasi di tambang emas ilegal yang sama. Kasus hilangnya alat berat XCMG XE215G di…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto menyorot keras Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati (Wabup) Abdul Sahid meninggalkan daerah di tengah status tanggap darurat bencana. Duet pimpinan Parimo itu…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 285 jiwa atau 91 Kepala Keluarga (KK) warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terdampak gempa magnitudo 6,7. “285 jiwa terdampak bencana tersebar…

Example 325x325