Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 468x60
HUKUM

Proyek Senilai Rp3,5 M di Kemenag Sulteng Mangkrak

274
×

Proyek Senilai Rp3,5 M di Kemenag Sulteng Mangkrak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

PALU, KORANINDIGO.COM – Proyek Pembangunan 5 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) bersumber dari pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp3,5 miliar mengucur via Kanwil Kemenag Sulteng Tahun Anggaran (TA) 2022, ditengarai mangkrak dan bermasalah.

Adapun daftar nama penerima fulus SBSN bangun sekolah terdiri dari 7 Madrasah yaitu MAN 2 Palu, MTSN 2 Palu, MTSN 3 Palu, MAN 3 Kabupaten Parigi Moutong, MTSN 1 Banggai, MTSN Bangkep serta MAN 2 Poso.

Diketahui, dari 7 madrasah penerima gelontoran pembangunan ruang kelas baru itu telah mencairkan keseluruhan fulus pembangunan pada Desember 2022 lalu.

Namun, walau fulus telah seratus persen dicairkan, dari 7 madrasah itu (hingga berakhir tahun 2022), terlihat masih ada 5 bangunan madrasah nampak belum rampung dikerjakan.

Ajaibnya, tidak ada denda atas keterlambatan pembangunan madrsah-madrasah itu.

Hal janggal juga nampak pada pengadaan meubeler. Berdasar penelusuran, jumlah meubeler seharusnya 32 unit per ruang kelas. Namun, hanya 19 unit saja yang dilaksanakan.

Hal belum rampung proyek bangun madrasah dibenarkan oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palu, H Muhammad Syamsu Nursi.

“Untuk kondisi terkini, iya benar masih dalam tahap penyelesaian, masalah anggaran dan meubeler kami tidak tahu persis. Semua ranahnya Kanwil Kemenag, kami hanya menerima hasilnya nanti jika telah selesai”, beber Muhammad Syamsu Nursi dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler, Rabu, (04/2) lalu.

Pihaknya berharap agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan oleh siswa-siswi di Madrasah yang beralamat M H Thamrin, Palu Timur Kota Palu itu.

Sementara itu beberapa kepala Madrasah masih enggan melontar komentar dan memilih tak menjawab pertanyaan wartawan soal keterlambatan proyek pembangunan sekolah mereka.

Atas mangkrak proyek bangun ruang kelas berbendera SBSN ini disinyalir dikarenakan lemah pengawasan, sehingga menghasilkan pekerjaan terkesan asal-asalan.

Hingga berita ini ditayangkan, beberapa staf Penmad Kanwil Kemenag diduga terlibat dalam mangkrak proyek bangun sekolah madrasah terdiri dari panitia lelang, PPK dan Kasi Sarpras Penmad Kanwil Kemenag Sulteng masih belum menjawab konfirmasi wartawan. (Ibrahim)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM

JAKARTA | KORANINDIGO – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin memimpin prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), dan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung pada Rabu, 29 April 2026, bertempat…

HUKUM

PARIGI | KORANINDIGO – Ratusan juta fulus negara disinyalir menguap dan diselewengkan Kepala Desa (Kades) Bambalemo Ranomaisi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Marlian dan kroninya. Pernah dilapor ke Jaksa, namun jaksa tidak berminat, pelaporan warga dinyatakan…

HUKUM

JAKARTA | KORANINDIGO – Sanitiar Burhanuddin kembali melakukan perombakan besar di tubuh Kejaksaan Agung dengan merotasi dan memutasi ratusan pejabat struktural. Dalam kebijakan terbaru, Jaksa Agung merotasi 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta 114 pejabat,…

HUKUM

Sejatinya, pokir bukan ruang kompromi politik atau alat tukar-menukar kepentingan. Melainkan amanat konstitusional wajib dikelola sesuai regulasi. Namunm pada praktiknya pokir ditengarai menjadi bancakan dan ladang korupsi subur para oknum-oknum dewan. HASIL wawancara dan investigasiĀ …

Example 325x325