DAERAH

Kasus kekerasan Anak dan Perempuan di Sulteng Masih Tinggi

424
×

Kasus kekerasan Anak dan Perempuan di Sulteng Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini

2023, Tercatat 144 Kasus

DINAS Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 144 jumlah kasus kekerasan anak dan perempuan terjadi di daerah itu berdasarkan data Simfoni – Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bulan April tahun 2023.

“Minggu depan kami akan melaksanakan sosialisasi terkait pernikahan pada anak serta kekerasan pada anak di Kabupaten Tojo Una – Una,” kata Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3A Sulteng, Nur Yaman di Palu, Rabu, (17/5).

Ia menjelaskan dari total 144 kasus yang terjadi, kasus tertinggi terjadi di Kota Palu sebanyak 22 kasus, kemudian Kabupaten Buol 18 kasus, Donggala 17 kasus, Tojo Una – Una 15 kasus, Sigi 14 kasus, Morowali 12 kasus, Morowali Utara 12 kasus, Poso 10 kasus, Banggai Laut sembilan kasus, Banggai Kepulauan delapan kasus, Toli – Toli enam kasus, dan Parigi Moutong satu kasus.

Berdasarkan data, kata dia, jenis kekerasan yang dialami korban diantaranya kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan psikis dan penelantaran.

Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3A Sulteng, Nur Yaman. (ANTARA/Nur Amalia Amir)

Adapun jumlah kasus berdasarkan tempat kejadian, yakni kasus tertinggi terjadi di rumah tangga sebanyak 84 kasus, kemudian lima kasus di sekolah, 13 kasus pada fasilitas umum, satu kasus di tempat kerja dan lainnya sebanyak 42 kasus.

Sementara itu, jumlah korban berdasarkan tempat kejadian, kata dia, sebanyak 90 korban untuk kasus rumah tangga, 13 korban untuk kasus yang terjadi di fasilitas umum, delapan korban di sekolah, satu korban di tempat kerja dan 42 korban di tempat lainnya.

“Dari 144 kasus tersebut, ada sebanyak 11 korban laki – laki dan 142 korban perempuan,” katanya.

Ia mengatakan, kepada pihak korban yang telah melaporkan kasus tersebut kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD), pihak DP3A juga melakukan pendampingan kepada para korban kekerasan tersebut.

Menurut dia, DP3A terus berupaya melakukan pencegahan terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di daerah itu.

Ia mengatakan, pihaknya sementara melakukan sosialisasi terkait pernikahan pada anak serta kekerasan pada anak di kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah.

“Kami berharap dengan upaya – upaya tersebut diharapkan masyarakat dapat memahami untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan kepada anak dan perempuan,” katanya. (Ind/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Bibit sudah disemai, pupuk sudah ditebar, ongkos pekerja sudah dibayar. Eh, pesanan malah batal! Petani penangkar durian di Kecamatan Torue dan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, terpaksa gigit jari. Ribuan bibit telanjur disiapkan,…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menata ulang mekanisme distribusi solar bersubsidi di SPBU 74.943.08, Kelurahan Kampal, dengan melibatkan warga lokal sebagai mitra pengantaran. Kebijakan mulai diterapkan Selasa (13/10/2026) itu bertujuan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Perubahan mekanisme penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai membuahkan hasil positif bagi produktivitas pertanian. Perubahan pola distribusi bermula dari sorotan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Penanaman disiplin dan kesadaran hukum sejak dini menjadi salah satu upaya membangun generasi muda berkarakter. Pesan itu disampaikan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ampibabo Iptu Ansaruddin, SH, saat menjadi pembina upacara bendera…

Example 325x325