Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
LAPORAN KHUSUS

Polres Parigi Moutong Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024 Untuk Menjaga Kamtibmas Selama Ramadan

332
×

Polres Parigi Moutong Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024 Untuk Menjaga Kamtibmas Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini

KoranIndigo – Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, (Sulteng) memulai Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tinombala 2024, yang berlangsung selama 14 hari ke depan, dimulai sejak 18 hingga 31 Maret 2024. (23/03/2024)

Kasi Humas Polres Parigi Moutong, AKP J. Turangan, menjelaskan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif selama bulan suci Ramadan.

Turangan menjelaskan bahwa sasaran operasi meliputi minuman keras (Miras), prostitusi, senjata tajam (Sajam), premanisme, dan narkoba.

Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan terhadap ibadah puasa Ramadan, mengingat beberapa di antaranya dapat mengganggu masyarakat.

Minuman keras, kata Turangan, sering menjadi pemicu keributan di masyarakat, seperti perkelahian antar kampung.

Oleh karena itu, Operasi Pekat Tinombala 2024 bertujuan untuk menanggulangi berbagai macam penyakit masyarakat, dengan harapan menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Parigi Moutong selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1445 hijriah.

Turangan menambahkan bahwa operasi akan menyasar tempat perbelanjaan, perbankan, tempat keramaian, serta tempat rekreasi dengan melakukan kegiatan patroli, razia, dan penegakan hukum.

Terkait penggunaan narkoba, Polres Parigi Moutong mengakui bahwa tingkat penggunaan masih cukup tinggi, sehingga menjadi fokus dalam operasi pekat tersebut.

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini, Turangan mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban daerah ini, agar bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Dengan demikian, diharapkan operasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Parigi Moutong dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari mereka.

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

“Kami menilai perubahan nilai denda tidak memiliki dasar kontraktual. Hak penyedia jasa justru terkatung-katung di tengah proyek senilai miliaran rupiah,” ujar kuasa hukum CV Arawan, Osgar Sahim Matompo. PARIGI | KORANINDIGO – Sengketa pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten…

LAPORAN KHUSUS

“Nilai seleweng fulus di DP3AP2KB terlalu kecil.” Pernyataan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Parigi Moutong saat itu, Irwanto, menjadi penutup pemeriksaan terhadap pengelolaan dana di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

LAPORAN KHUSUS

“Setiap rupiah dari anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan.” Peringatan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah Agus Yulianto itu mengemuka saat realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik/Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Sulawesi Tengah baru mencapai 8,32 persen…

LAPORAN KHUSUS

“Saya bahkan pernah ditawari uang supaya menerima kegiatan tambang ini. Tapi saya tolak karena masyarakat tidak setuju dan dampaknya sudah terasa,” kata Kepala Desa Baliara, Fadli Badja. Dari atas, Jembatan Baliara masih berdiri utuh. Namun, ancaman…

Example 325x325