Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 468x60
DAERAH

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Letakkan Batu Pertama Kantor Imigrasi Morowali

564
×

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Letakkan Batu Pertama Kantor Imigrasi Morowali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MOROWALI – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan pelayanan keimigrasian di wilayah yang berkembang pesat sebagai pusat industri dan investasi nasional.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, dalam laporannya menyampaikan bahwa sejak tahun 2017 pelayanan keimigrasian di Morowali masih dilaksanakan melalui Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di bawah Kanim Banggai.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.

Dengan meningkatnya arus investasi, tenaga kerja asing, dan mobilitas masyarakat, kehadiran Kanim yang representatif di Morowali sangat dibutuhkan.

Pembangunan kantor ini terwujud berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Morowali, yang telah menghibahkan lahan seluas 30000 meter persegi dan menanggung biaya pembangunan tahap pertama sebesar Rp23,2 miliar melalui APBD 2025.

Tahap kedua akan dilanjutkan pada 2026. Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 3 hektar, dengan bangunan utama berstandar Kelas I seluas 2500 meter persegi, dilengkapi rumah dinas, lapangan olahraga, kantin, serta area parkir.

Bupati Morowali, Iksan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengawasan tenaga kerja asing (TKA) agar tidak menggeser kesempatan kerja masyarakat lokal.

“Kami melihat bahwa kehadiran tenaga kerja asing harus benar-benar memberikan manfaat bagi daerah, bukan justru mengambil alih pekerjaan sederhana seperti memotong besi atau mendorong lori.

Pekerjaan fisik seperti itu seharusnya bisa dikerjakan masyarakat kita sendiri. Hal ini perlu mendapat pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Bupati juga menyambut baik penanaman bibit kelapa sebagai peluang pengembangan ekonomi baru di luar sektor pertambangan yang selama ini menjadi tumpuan Morowali.

Sementara itu, Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menambahkan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembangunan ini.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyebut peletakan batu pertama ini sebagai momentum bersejarah.

“Pembangunan Kantor Imigrasi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah,” ujar Menteri.

Menteri juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Morowali dan DPRD atas dukungan hibah lahan dan pembiayaan pembangunan. Ia menegaskan agar jajaran Imigrasi memanfaatkan hibah ini dengan menghadirkan pelayanan terbaik.

“Hibah tanah dan bangunan ini bukanlah hal kecil. Jangan sampai keberadaan kantor ini hanya bersifat seremonial, tetapi harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain itu, Menteri menekankan bahwa pembangunan Kanim Morowali sejalan dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pelayanan publik dan dukungan terhadap ketahanan pangan.

“Baru-baru ini kami telah menanam lebih dari 360 ribu pohon kelapa di berbagai daerah di Indonesia. Program ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat. Penanaman 200 bibit kelapa di Morowali hari ini juga bagian dari upaya itu,” kata Menteri.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Plt. Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, yang mendampingi Menteri dan memastikan kesiapan jajaran Imigrasi dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Menteri secara resmi memulai pembangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali.

Dalam rangkaian acara, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menyerahkan 5.000 paket bantuan sosial yang disalurkan ke 10 desa di Morowali serta keluarga siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).

Selain itu, dilakukan pula penanaman 200 bibit kelapa di lahan Kanim seluas 1 hektar, yang menjadi simbol dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Bupati Morowali, Iksan, Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, Plt Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, jajaran pejabat Kemenkumham, Forkopimda, serta masyarakat setempat.

Kehadiran Kanim Kelas I TPI Morowali diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan keimigrasian di Sulawesi Tengah, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan ekonomi, sosial, dan investasi di Kabupaten Morowali dan sekitarnya.(*)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PALU – Wakil Bupati Parigi Moutong dalam kegiatan simposium, Senin (27/4), menyebutkan telah diusulkan 17 titik tambang untuk dilegalkan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Pernyataan tersebut menimbulkan kegelisahan dan memantik kritik keras dari Wakil Ketua…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong (Parimo) bergeser dari Purnama ke Dian Herdiman. Pergeseran itu berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung nomor KEP-IV-347/C/04/2026 per 13 April 2026. Purnama sebelumnya menjabat Kajari…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar rapat paripurna dengan agenda penjelasan Bupati atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat DPRD…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Suasana rapat paripurna pembahasan LKPJ 2025 DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendadak panas. Politisi asal PKB Chandra Setiawan, Walk Out usai lontarkan kritik keras terhadap pemerintah daerah dan internal DPRD. Rapat…

Example 325x325