Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

Plafon Ruang Kelas 9 SMP 1 Bokat Berlubang Besar, Siswa Dan Guru Khawatir Resiko Keamanan   

250
×

Plafon Ruang Kelas 9 SMP 1 Bokat Berlubang Besar, Siswa Dan Guru Khawatir Resiko Keamanan   

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUOL | KORANINDIGO – Kondisi Ruang Kelas Belajar (RKB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Bokat, Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol semakin memprihatinkan. Ruang kelas yang digunakan untuk belajar siswa kelas 9 A dan 9 B memiliki plafon yang rusak parah dengan lubang sebesar meja belajar, membuat seluruh komunitas sekolah merasa khawatir akan ancaman keamanan, terutama saat cuaca buruk seperti hujan deras atau angin kencang.

KONDISI PLAFON PARAH, MENGANGGU PROSES PEMBELAJARAN

 Awak media yang melakukan kunjungan langsung pada hari Jum’at beberapa waktu lalu menyaksikan kondisi plafon bagian tengah ruangan yang retak parah. Beberapa bagian material atap sudah lepas dari rangka, dan lubang besar di bagian tengah memungkinkan cahaya matahari masuk secara langsung serta tetesan hujan menerjang lantai kelas saat musim penghujan tiba.

Seorang siswa kelas 9 A, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kita sering merasa tidak nyaman dan gelisah saat belajar di sini. Kadang-kadang kita khawatir ada benda dari plafon yang jatuh ke atas meja atau kepala kita. Pas hujan deras, lantai jadi basah dan kita harus berpindah-pindah tempat duduk agar buku dan alat tulis tidak basah,” ucapnya.

Salah seorang guru mata pelajaran  yang mengajar di ruangan tersebut, menambahkan bahwa proses pembelajaran sering terganggu. “Kita harus selalu waspada dan terkadang harus menghentikan pembelajaran sementara jika cuaca memburuk. Hal ini jelas mempengaruhi fokus siswa dan juga kualitas pembelajaran yang kita berikan,” jelasnya.

GEDUNG SUDAH 17 TAHUN TANPA PERBAIKAN MENYELURUH

Kepala Sekolah SMP 1 Bokat, Yusuf Suleman, S.Pd., M.Pd., mengkonfirmasi bahwa gedung kelas tersebut dibangun pada tahun 2008 dan hingga saat ini belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh. Menurutnya, kerusakan plafon adalah masalah paling mendesak yang dihadapi sekolah saat ini.

“Kondisi plafon sudah memburuk selama beberapa bulan terakhir dan semakin parah seiring dengan datangnya musim hujan. Sudah beberapa kali kami melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol serta dinas terkait lainnya, namun sampai saat ini belum ada tanggapan yang jelas mengenai jadwal dan anggaran untuk perbaikan,” ujarnya dengan nada khawatir.

Yusuf menjelaskan bahwa selain plafon, beberapa bagian lain dari gedung juga membutuhkan perawatan, namun masalah keamanan akibat lubang plafon menjadi prioritas utama. “Ruang belajar yang aman dan nyaman adalah hak setiap siswa sesuai dengan peraturan pendidikan nasional. Kami sangat berharap pihak pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap masalah ini,” tegasnya.

PERLU BANTUAN ANGGARAN DARI PEMDA

Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa sekolah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada plafon dan atap gedung kelas tersebut. Perbaikan yang dibutuhkan tidak hanya sebatas perbaikan kecil, melainkan penggantian sebagian material plafon dan pemeriksaan struktur atap untuk memastikan keamanan yang maksimal.

“Sekolah hanya mampu melakukan perbaikan kecil-kecilan seperti memperbaiki bagian rangka yang longgar, namun untuk mengganti material yang rusak parah dan memperbaiki struktur atap, kita membutuhkan bantuan anggaran dari pemerintah daerah,” jelas Yusuf.

( Syafri Sakula )

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Direktur CV Arawan, Oktavianus Wiro, menyatakan perbaikan sejumlah kerusakan pada Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Parigi Moutong masih dibiayai menggunakan dana pribadinya. Langkah itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab kontraktual sekaligus…

Example 325x325