Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

Selangkah lagi, IPR Desa Kayuboko Bakal Absah

1041
×

Selangkah lagi, IPR Desa Kayuboko Bakal Absah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGI | KORANINDIGO – Pembentukan koperasi sebagai prasarat kelola Izin Pertambangan Rakyat (IPR) Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sedang berjalan. Selangkah lagi, IPR Desa Kayuboko bakal absah.

Saat ini, dari 10 koperasi diajukan, tiga dokumen koperasi diantaranya telah berada di meja Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Sedangkan sisanya, (7 koperasi) tengah bersidang terkait Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

“Proses pembentukan koperasi terkait IPR Desa Kayuboko, saat ini sedang berproses. Rapat terakhir kami (28 Mei 2025), selaku Pemerintah daerah (Pemda), bertempat di ruang asisten, dinyatakan 3 koperasi sedang diproses di PTSP, sedangkan 7 koperasi lainnnya sedang dalam pengurusan UKL-UPL”, kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Parimo, Sofiana Pandean, Senin, (14/4).

Kadis Koperasi dan UKM Parimo, Sofiana Pandean

Menurut Sofiana Pandean, tidak ada persoalan krusial terkait proses pembentukan koperasi sesuai amanat kelola IPR di Desa Kayuboko.

Semua hal tahapan dan proses keabsahan koperasi berjalan dengan baik.

“Sebenarnya tidak ada persoalan dalam proses terkait keabsahan koperasi di Parimo. Terkait keresahan 10 koperasi Desa Kayuboko, kami (Dinas Koperasi dan UKM Parimo) selalu melakukan koordinasi dan aktif memantau prosesnya di lembaga terkait, pada tingkat Provinsi Sulteng”, katanya.

Kadis Koperasi dan UKM Parimo Sofiana Pandean, meyakinkan bahwa beberapa hari ke depan, lembaga terkait tata kelola IPR Desa Kayuboko dari Provinsi Sulteng akan turun melakukan survey, untuk menentukan titik lokasi pertambangan rakyat.

“Semua terlihat agak lambat, hanya persoalan bahwa kemarin merupakan momentum bulan puasa serta libur lebaran. Sehingga, proses-proses terkait IPR untuk Desa Kayuboko dilanjutkan saat ini (setelah lebaran)”, katanya.

 

Wilayah Zona Putih

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parimo, Alfres Masboy Tonggiroh mengatakan, status kelola IPR Desa Kayuboko saat ini sejatinya hampir sama dengan status IPR di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo.

“Desa Kayuboko dan Buranga sebenarnya sama-sama telah memiliki IPR. Hanya soal penyesuaian-penyesuaian dengan aturan daerah”, katanya, Senin, (14/4).

Menurut Alfres Masboy Tonggiroh, wilayah Desa Kayuboko sudah tidak termasuk zona hijau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Ketua DPRD Parimo, Alfres Masboy Tonggiroh

“Seingat saya, Desa Kayuboko merupakan zona putih (bukan merupakan lahan LP2B). Sehingga tidak ada lagi persoalan terkait keabsahan IPR bagi Desa Kayuboko”, katanya.

Lebih jauh, menurut Alfres Tonggiroh, jika proses pembentukan koperasi (selaku prasyarat tata kelola IPR telah lengkap), maka langkah selanjutnya ialah bermohon diterbitkannya surat pernyataan kesesuaian lahan oleh Bupati Parimo menjabat (PJ Bupati).

“Jika proses pembentukan koperasi untuk pengelolaan IPR Desa Kayuboko telah rampung, maka langkah selanjutnya ialah mengajukan permohonan agar diterbitkan surat pernyataan berkesesuaian lahan bagi IPR ke Bupati Parimo”, jelasnya.

 

Pembahasan Melalui Forum Tata Ruang

Senada dengan Alfres Masboy Tonggiroh, Wakil ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani mengatakan bahwa wilayah Desa Kayuboko sudah bukan merupakan zona hijau (LP2B).

“Desa Kayuboko bukan zona hijau LP2B”, katanya.

Wakil Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani

Wilayah Desa Kayuboko, kata Sayutin Budianto sebagian merupakan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B).
Lahan LCP2B potensial yang dilindungi pemanfaatannya agar kesesuaian dan ketersediaannya.

Menurut Sayutin Budianto, hal IPR Desa Kayuboko dengan soal kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dapat dibahas dalam forum tata ruang Parimo.

“Hal soal IPR dan kesesuaian terhadap RTRW, dapat dibahas dan dibicarakan dalam forum tata ruang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo”, jelas Sayutin.

 

Signal dari Gubernur Sulteng

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengatakan bahwa dengan terbitnya IPR, tambang ilegal dikelola masyarakat bisa menjadi legal dan hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat.

Gubernur Anwar Hafid juga seakan memberikan signal bahwa dirinya selaku Gubernur Sulteng akan segera menindaklanjuti surat pernyataan berkesesuaian lahan terkait IPR Desa Kayuboko dari Bupati selaku pemilik wewenang Wilayah Parimo.

“Jika Bupati Parimo memberi rekomendasi sesuai dengan RTRW, sebagai pemilik wilayah, saya selaku gubernur, Insyaallah akan saya tindak lanjuti hal tersebut, sepanjang tata ruang kita telah sesuai”, katanya. (ind)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Selisih denda ratusan juta rupiah, pecah paket senilai Rp1,19 miliar, gedung Rp8,7 miliar rusak sebelum dimanfaatkan, serta gugatan Rp10 miliar menjadi simpul persoalan. Nilai kerugian negara masih menunggu audit resmi, namun sumber risikonya mulai terlihat…

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

Example 325x325