Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
DAERAH

Praktik Tengik “Obral” Solar Sang Pengawas

979
×

Praktik Tengik “Obral” Solar Sang Pengawas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

“Steven kasih harga Rp320 ribu per jeriken. Mentok di Rp310 ribu per jeriken. Sudah Tidak bisa turun lagi”

DARI balik gagang telepon pintarnya, Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 7494317 Tolai, Steven mematok Rp310-320 ribu per jeriken solar kepada salah satu calon pembeli yang merupakan sumber media ini. Kuat dugaan, Steven telah lama melakukan praktik tengik “obral” solar subsidi itu.

Pengawas SPBU Tolai, Steven (berkacamata)

BERITA TERKAIT:

Pengawas SPBU Tolai Diduga “Main” Ala Mafia Solar Subsidi

“Satu galon Rp320 ribu, jemput di depan SPBU (Jalan Trans Sulawesi)”, kata Steven kepada calon pembeli solar ilegal, beberapa waktu lalu.

Harga solar senilai Rp310-320 ribu, kata Steven, jika calon pembeli solar ilegal menjemput sendiri jeriken-jeriken solar miliknya itu di depan SPBU 7494317 Tolai.

Calon pembeli solar-solar diduga milik Steven, merupakan pemasok solar ke tambang-tambang emas liar di sekitar Parimo.

“Steven kasih harga Rp320 ribu per jeriken. Mentok di Rp310 ribu per jeriken. Sudah Tidak bisa turun lagi”, kata sumber

Menurut dia, harga solar di area tambang emas sekitar Parigi adalah Rp370-380 ribu per jeriken.

“Saya sudah beberapa kali ambil (membeli) solar subsidi ke Steven. Saya hanya dapat keuntungan sedikit sebenarnya”, kata sumber.

Menurut penelusuran, Steven diketahui telah lebih dari sepuluh tahun bekerja sebagai Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 7494317 Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebelumnya, koranindigo.com melansir soal oknum Pengawas SPBU Tolai, Steven disinyalir mendapat “jatah preman” solar subsidi sebanyak 10-20 jeriken/galon (isi 32 liter) setiap harinya.

Dan, praktik dilakukan Steven, disebutkab telah berlangsung bertahun-tahun.

Sang pengawas, mendapatkan jatah solar subsidi dengan harga Rp225 ribu per jeriken/galon kapasitas 32 liter.

Steven kemudian menjual solar-solar jatahnya kepada pihak lain dengan harga Rp310-320 ribu per jeriken/galon.

Modus digunakan Steven adalah meminta atau mengurangi jatah kuota kupon barcode kepada para petani sekitar Wilayah Kecamatan Torue. (IND) 

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI – KORANINDIGO – Sejumlah pelaku usaha perikanan menyoroti “lalod (lambat loading)” kinerja Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Denpasar. Pasalnya, BPK Denpasar dinilai belum mampu memberikan kepastian terkait persoalan perizinan pemanfaatan jenis ikan. Keluhan muncul menyusul…

DAERAH

Mendagri Tito Karnavian ungkapkan 39 daerah kesulitan membayar gaji PPPK karena porsi belanja pegawai melebihi 50 persen APBD. Sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, masuk dalam kategori tersebut. Pemerintah berencana…

DAERAH

Pelaksanaan proyek Pokir DPRD Parimo menjadi sorotan setelah sejumlah pejabat teknis mengungkap dugaan praktik jual-beli proyek dan penunjukan rekanan oleh anggota dewan. Proyek Pokir selama beberapa tahun terakhir diduga dikerjakan oleh rekanan merupakan pilihan atau…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Gugatan warga negara atau Citizen Lawsuit perkara pohon tumbang akhirnya “tumbang”, karena dianggap tidak memenuhi syarat materiil dan tata cara gugatan. Citizen Lawsuit dialamatkan kepada Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase…

Example 325x325