Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
DAERAH

Basarnas: Nelayan Hilang di Morowali Belum Ditemukan

277
×

Basarnas: Nelayan Hilang di Morowali Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KENDARI | KORANINDIGO – Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menyebut nelayan dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Pulau Menui, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), belum ditemukan.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Basarnas Kendari, Hidayat, Kamis, (1/6), mengatakan korban bernama Harianto (43) warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang merupakan ABK, belum ditemukan setelah enam hari pencarian.

BERITA LAINNYA:
Angkut 4 Penumpang, Pesawat Tergelincir di Morowali
BMKG: Waspada Hujan Lokal Berpotensi Bencana
Tim Sar Evakuasi Penumpang Kapal Mati Mesin di Perairan Balut

“Untuk perkembangan hasil operasi SAR hari keenam terhadap satu orang ABK Kapal KM. Riska Hidayah 03, hingga memasuki pukul 17.30 WITA pencarian yang dilakukan dengan hasil nihil,” katanya.

Dia menyampaikan operasi pencarian terhadap korban melibatkan personel tim SAR gabungan di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Babinsa Menui, Polsek Menui, nelayan sekitar hingga keluarga korban.

Operasi SAR hari keenam pencarian masih nihil.

Hidayat menyebut kondisi cuaca saat operasi pencarian korban di hari keenam yakni mendung, dengan kecepatan angin 5 – 22 knot, dan tinggi gelombang mencapai 1,5-2,5 meter.

“Operasi pencarian dilakukan dengan penyisiran ke arah barat laut dari perkiraan lokasi terakhir korban dilaporkan hilang dengan luas 20 mil laut,” jelasnya.

Basarnas sebelumnya menerima informasi hilangnya korban sejak 26 Mei 2023 dari salah satu personel Brimob Polda Sultra bernama Novri yang juga merupakan keluarga korban.

“Anggota Brimob Polda Sultra ini melaporkan telah terjadi kecelakaan kapal yakni satu orang ABK Kapal KM Riska Hidayah 03 diduga terjatuh dari kapal di sekitar Perairan Pulau Menui Morowali,” tutur dia.

BACA JUGA:
Ini Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Menurut BMKG
32 Provinsi Bakal Kena Dampak El Nino

Lebih lanjut Hidayat menuturkan bahwa saat itu sekitar pukul 02.00 WITA KM Riska Hidayah 03 yang merupakan kapal penangkapan ikan tiba di Kendari setelah melakukan pelayaran dari mencari ikan di sekitar perairan Pulau Menui.

Setibanya di Kendari pihak kapal menyadari salah satu ABK-nya hilang.

“Menurut keterangan teman ABK nya yang lain korban terakhir terlihat pada hari Kamis 24 Mei 2023 sekitar pukul 13.00 WITA,” pungkas Hidayat. (Ant/Ind)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI – KORANINDIGO – Sejumlah pelaku usaha perikanan menyoroti “lalod (lambat loading)” kinerja Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Denpasar. Pasalnya, BPK Denpasar dinilai belum mampu memberikan kepastian terkait persoalan perizinan pemanfaatan jenis ikan. Keluhan muncul menyusul…

DAERAH

Mendagri Tito Karnavian ungkapkan 39 daerah kesulitan membayar gaji PPPK karena porsi belanja pegawai melebihi 50 persen APBD. Sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, masuk dalam kategori tersebut. Pemerintah berencana…

DAERAH

Pelaksanaan proyek Pokir DPRD Parimo menjadi sorotan setelah sejumlah pejabat teknis mengungkap dugaan praktik jual-beli proyek dan penunjukan rekanan oleh anggota dewan. Proyek Pokir selama beberapa tahun terakhir diduga dikerjakan oleh rekanan merupakan pilihan atau…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Gugatan warga negara atau Citizen Lawsuit perkara pohon tumbang akhirnya “tumbang”, karena dianggap tidak memenuhi syarat materiil dan tata cara gugatan. Citizen Lawsuit dialamatkan kepada Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase…

Example 325x325