Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
LAPORAN KHUSUS

Proyek Pokir Belum Jalan, OPD Tunggu Rekanan “Pilihan” Anggota Dewan

255
×

Proyek Pokir Belum Jalan, OPD Tunggu Rekanan “Pilihan” Anggota Dewan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGIKORANINDIGO – Pelaksanaan proyek fisik bersumber dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), terancam amburadul. Hingga triwulan III, proyek-proyek tersebut belum jalan atau dimulai meski seluruh tahapan perencanaan telah rampung. Sejumlah pejabat teknis menyebut, kondisi itu dipicu belum adanya rekanan “pilihan” anggota dewan yang datang ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

BERITA TERKAIT:
Ketua DPRD Mengaku Tidak Tahu Dugaan Jual-Beli Pokir
Rawan Korupsi, KPK “Turun Gunung” Awasi Pokir DPRD
Pokir Dewan Disinyalir Ladang Jual-Beli Proyek dan Fee
Daftar Hitam Korupsi Proyek Pokir DPRD
Proyek Pokir, Tengara Intervensi dan Korupsi Oknum Dewan
Dewan Parimo Tagih Janji Pokir ke Bupati Erwin

“Sampai sekarang, sudah triwulan III rekanan proyek Pokir belum ada yang datang ke dinas. Padahal proyek telah selesai dari tahap perencanaan”, kata seorang pejabat teknis, secara tertutup kepada koranindigo, Senin, (29/06).

Menurut dia, pihaknya masih menunggu rekanan diarahkan oleh anggota DPRD pemilik pokir.

“Masih menunggu rekanan datang. Biasanya, ada rekanan datang Organisasi Perangkat Daerah (OPD), nanti rekanan itu akan menyatakan bahwa mereka adalah rekanan dari pemilik anggota DRRD pemilik proyek pokir”, katanya.

Kata pejabat teknis itu, jika hingga triwulan III pelaksanaan proyek belum dimulai juga, maka proyek fisik pokir DPRD beresiko bakal kacau-balau.
Lazimnya, lanjut pejabat itu, dari sejak triwulan II rekanan proyek diarahkan pokir DPRD sudah ke kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan segera mulai melaksanakan pekerjaan proyek pokir.

“Harusnya sejak triwulan II proyek sudah dilaksanakan, agar tidak terjadi penumpukan di bulan Desember”, kata pejabat teknis itu.

BACA JUGA:
Pesta Pora Pokir DPRD

“Harusnya sejak triwulan II proyek sudah mulai dikerjakan, proyek pokir bisa selesai pada Oktober atau November, sehingga tidak menumpuk di Desember”, katanya lagi.

Jika dikerjakan secara tergesa, kata dia, maka proyek beresiko dikerjakan secara amburadul, dan akan menghasilkan proyek dengan kualitas buruk.

Terkait belum hadirnya rekanan, Ketua DPRD Parimo, Alfres Masboy Tonggiroh belum mau memberikan tanggapannya.

Sebelumnya, media ini melansir soal pelaksanaan proyek Pokir DPRD Parimo senilai Rp10 miliar yang menuai sorotan setelah sejumlah pejabat teknis mengungkap dugaan praktik jual-beli proyek, penunjukan rekanan oleh oknum dewan, hingga bagi-bagi fee dalam pelaksanaan program aspirasi itu.

Di Parimo, selama beberapa tahun terakhir diduga terjadi praktik jual-beli proyek-proyek pokir. Proyek pokir, diduga dikerjakan oleh rekanan pilihan atau para kroni anggota DPRD pemilik Pokir.

Ketua DPRD Parimo, Alfres Masboy Tonggiroh mengaku tidak tahu-menahu persoalan tersebut dan menyatakan bahwa pelaksanaan proyek menjadi kewenangan OPD. IND

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

“Nilai seleweng fulus di DP3AP2KB terlalu kecil.” Pernyataan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Parigi Moutong saat itu, Irwanto, menjadi penutup pemeriksaan terhadap pengelolaan dana di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

LAPORAN KHUSUS

“Setiap rupiah dari anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan.” Peringatan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah Agus Yulianto itu mengemuka saat realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik/Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Sulawesi Tengah baru mencapai 8,32 persen…

LAPORAN KHUSUS

“Saya bahkan pernah ditawari uang supaya menerima kegiatan tambang ini. Tapi saya tolak karena masyarakat tidak setuju dan dampaknya sudah terasa,” kata Kepala Desa Baliara, Fadli Badja. Dari atas, Jembatan Baliara masih berdiri utuh. Namun, ancaman…

Example 325x325