LAPORAN KHUSUS

Solar Mengalir Ke Tambang, Aparat Diduga Lakukan Pembiaran

58
×

Solar Mengalir Ke Tambang, Aparat Diduga Lakukan Pembiaran

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO – Solar bersubsidi dari Stasiun pengisian bahan bakar
(SPBU) 74.943.08 Kampal, Parigi Moutong, diduga mengalir menuju kawasan pertambangan emas Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat. Aktivitas seleweng solar subsidi berlangsung terbuka di kawasan tambang, memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan aparat Polres Parigi Moutong.

SPBU Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal menerima sekitar 16 ton solar bersubsidi per hari.

Pola distribusi terbaru, sebanyak 5 ton dialokasikan untuk sektor produktif—2,5 ton bagi nelayan dan 2,5 ton bagi petani—sedangkan 11 ton diperuntukkan bagi kendaraan umum dan transportasi logistik.

PILIHAN EDITOR :
Siasat Baru SPBU Dalam Distribusi Solar
Antrean Solar SPBU Kampal Diduga Direkayasa

Temuan investigasi dan laporan masyarakat menyebut antrean truk tua bak pendek diduga menjadi bagian dari pola pelangsiran.

Puluhan kendaraan “siluman” melakukan pengisian berulang dengan memanfaatkan barcode, kemudian solar dipindahkan ke jeriken berkapasitas 33 liter.

Dari SPBU Kampal, solar bergerak menuju Desa Kayuboko.

Di kawasan sekitar akses tambang emas, solar dalam jeriken diperjualbelikan dengan harga Rp470 ribu hingga Rp550 ribu.

Solar subsidi dibeli dengan harga resmi (sekitar Rp6.800 per liter), dijual kembali ke pelaku tambang emas dengan harga berkisar antara Rp11.000 hingga Rp23.000 per liter.

Di pertambangan emas Kayuboko, harga solar subsidi berkisar Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter.

Margin keuntungan hitam fantastis bernilai ratusan juta rupiah per tangki ini memicu terbentuknya jaringan mafia diduga menyetor “dana atensi” kepada oknum-oknum tertentu agar bisnis mereka tetap aman.

“Jika kami mengambil di penimbunan harganya Rp470 ribu, tapi kalau mereka antar langsung ke kebun kelapa dekat pintu tambang harganya naik jadi Rp550 ribu,” ujar seorang pengelola tambang emas Kayuboko.

Fakta Distribusi

SPBU Kampal menjadi satu-satunya penyedia solar bersubsidi di wilayah Parigi Kota.

Investigasi mengindikasikan lebih dari 60 persen solar bersubsidi bocor ke pasar gelap. Di lapangan, solar dikumpulkan dalam jeriken atau tangki modifikasi.

Kendaraan jenis Pikap dan sepeda motor kemudian membawa solar subsidi menuju area pertambangan Kayuboko.

Area “kebun kelapa” sekitar pintu masuk kawasan tambang, menjadi titik penurunan solar-solar itu.

Dugaan Pembiaran

Sorotan paling serius berada pada pengawasan aparat.

Bahan investigasi menyebut armada pembawa jeriken dapat melintas menuju kawasan tambang Kayuboko tanpa hambatan berarti.

Dari kondisi itu muncul tudingan pembiaran terhadap aktivitas pelangsiran.

Aksi tutup mata dan tudingan keterlibatan personel kepolisian pernah muncul dalam forum resmi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong.

BERITA TERKAIT:
Orang Dalam dan “Mafia” Solar SPBU Kampal
Jalur Gelap Solar Subsidi
Bocor Solar dari SPBU Kampal Lebih 60 Persen
Truk Pengelola SPBU Ikut Antrean Solar?
Bocor Kuota Solar di Jalan Trans Kampal
Membidik Mafia Solar Subsidi

Sejumlah pemilik kapal menduga seorang personel Polri aktif dari Polsek Parigi ikut mengatur antrean jeriken serta mengintervensi kuota barcode petani dan nelayan.

Terkait amburadul distribusi solar subsidi, Polres Parigi Moutong memberikan penjelasan berbeda.

Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Parigi Moutong menyatakan pengawasan terhadap distribusi BBM tetap dilakukan.

Polisi menyebut antrean panjang di SPBU Kampal terjadi akibat tingginya permintaan masyarakat serta keterbatasan stok harian.

Antrean Kendaraan “Siluman” di SPBU Kampal

Berdasar penelusuran dan kesaksian sejumlah sumber internal, ditemukan adanya pola antrean kendaraan mencurigakan dan terjadi secara berulang setiap kali pasokan Solar tiba di lokasi.

Sumber internal mengungkapkan sedikitnya ada 15 hingga 20 kendaraan diduga sebagai armada “siluman” penyerap kuota.

Mayoritas berupa truk tua bak pendek dimanfaatkan melakukan pengisian secara berulang-ulang.

Praktik ini disinyalir berjalan atas sepengetahuan pihak pengelola SPBU.

Menurut sumber, ada delapan unit kendaraan kepunyaan Haji DP kerap menyusup dalam antrian, dan seolah merupakan kendaraan ekspedisi.

“Ada delapan unit kendaraan milik Haji DP, terdiri dari empat truk bak tinggi, sisanya truk bak pendek dan mobil kecil,” kata sumber.

Sumber menyebut oknum Haji IW memiliki satu unit kendaraan merek Mazda.

“Haji IW itu ada satu unit kendaraan selalu ikut mengantri”, katanya.

Kemudian, masih menurut beberan sumber, oknum EN disebut memiliki tiga unit truk bak pendek.

“EN ada tiga truk, satu truk milik pengelola SPBU”, bebernya

Oknum RN tiga unit kendaraan truk bak pendek terdiri atas dua kendaraan miliknya dan satu milik kerabatnya.

“Truk bak pendek digunakan oknum-oknum mengantri setiap hari, cenderung truk-truk tua. Dan atas sepengetahuan para pengelola SPBU,” kata sumber.

Setelah pengisian, solar kemudian dipindahkan ke jeriken 33 liter, dan bergerak menuju Kayuboko untuk ditawarkan kepada pengelola tambang. IND

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Krisis kelangkaan Solar bersubsidi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kini memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parimo tengah menyiapkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan antara Komisi I…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI MOUTONG — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.943.08 Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendadak riuh perihal sengkarut penyaluran energi bersubsidi. Manajemen ritel tersebut disinyalir mengeluarkan kebijakan sepihak: menyisihkan…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.943.08 Kampal terletak di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, menerapkan kebijakan baru dalam penyaluran solar subsidi. Langkah ini diambil di tengah sorotan…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO –Antrean solar di SPBU 74.943.08 Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, ternyata bukan seluruhnya kendaraan ekspedisi, namun diduga ada rekayasa dilakikan untuk menyerap solar subsidi secara berulang. Dugaan itu bersumber dari penelusuran www.koranindigo.com dan…

Example 325x325