DAERAH

Jejak Solar, dari SPBU Ampibabo ke Tambang

94
×

Jejak Solar, dari SPBU Ampibabo ke Tambang

Sebarkan artikel ini

AMPIBABO | KORANINDIGO – Solar bersubsidi diduga keluar dari jalur peruntukannya di Wilayah Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Bahan bakar itu diajukan untuk kebutuhan petani dan nelayan, tetapi sebagian besar pasokan justru mengalir ke dua lokasi pertambangan emas, Buranga dan Tombi.

Temuan lapangan menunjukkan pola distribusi tersebut diduga berlangsung cukup lama.

Pembelian solar di SPBU 74.943.04 Ampibabo menggunakan alasan kebutuhan sektor pertanian dan perikanan.

PILIHAN EDITOR:
Solar Mengalir Ke Tambang, Aparat Diduga Lakukan Pembiaran
Skema Distribusi Solar, Berlaku di Seluruh SPBU
DPRD Parimo Bedah Krisis Solar

Namun, sebagian pasokan disebut tidak berhenti pada kelompok penerima rekomendasi.

Alirannya diduga berlanjut ke kawasan pertambangan emas.

 

Dua lokasi disebut menjadi tujuan, yakni Tambang Emas Buranga dan Tambang Emas Tombi.
Kondisi ini menimbulkan persoalan serius.

Solar subsidi merupakan BBM dengan harga mendapat dukungan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan kelompok penerima tertentu. Petani dan nelayan termasuk kelompok penerima sesuai ketentuan.

BERITA TERKAIT :
Siasat Baru SPBU Dalam Distribusi Solar
Antrean Solar SPBU Kampal Diduga Direkayasa

Jika BBM bersubsidi justru digunakan untuk kegiatan pertambangan, persoalannya bukan sekadar soal distribusi.

Ada potensi penyimpangan sasaran sekaligus berkurangnya pasokan bagi masyarakat penerima hak.

Pengawas: Bukan Tanggung Jawab Saya

Pengawas SPBU Ampibabo (PT.Surya Unggul Mandiri), Aksan, akrab disapa Akas, membantah mengetahui adanya kebocoran solar subsidi menuju pertambangan.

Ia mengatakan pengawasan di SPBU berfokus pada kesesuaian pengisian dengan rekomendasi serta barcode penerima.

“Jika ada isu soal bocor solar, itu bukan urusan saya selaku pengawas SPBU Ampibabo,” kata Aksan, Selasa, 5 Oktober 2026.

Menurut dia, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab pihak atau oknum jika memang terjadi penyalahgunaan setelah BBM keluar dari SPBU.

TERKAIT LAINNYA:
Orang Dalam dan “Mafia” Solar SPBU Kampal
Jalur Gelap Solar Subsidi
Bocor Solar dari SPBU Kampal Lebih 60 Persen
Truk Pengelola SPBU Ikut Antrean Solar?
Bocor Kuota Solar di Jalan Trans Kampal
Membidik Mafia Solar Subsidi

“Di SPBU Ampibabo selama masih menggunakan barcode yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dalam rekomendasi masing-masing, tidak ada persoalan,” ujarnya.

Ia mencontohkan barcode petani dan nelayan. Menurut Aksan, pengisian semestinya mengacu pada rekomendasi penerima, bukan menggunakan barcode kendaraan untuk pengisian ke jeriken.

“Seperti contohnya barcode petani dan barcode nelayan, bukan menggunakan barcode kendaraan untuk pengisian jeriken. Jadi semua sesuai peruntukannya,” katanya.

Operator dan Titik Pengawasan

Aksan mengatakan operator memegang posisi penting dalam memastikan BBM subsidi diberikan sesuai rekomendasi.
Bila terjadi pengisian tidak sesuai peruntukan, operator dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Jika ada masalah dengan hal tidak sesuai peruntukannya, operator SPBU yang akan bertanggung jawab,” kata dia.

Ia menduga penyimpangan, bila benar terjadi, dapat melibatkan oknum operator bersama pihak lain setelah proses pengisian.

“Kalau ada bocor solar subsidi dan menuju pertambangan ilegal Tombi atau pertambangan emas di Buranga, saya tidak tahu,” ujar Aksan.

“Mungkin ada oknum operator yang bekerja sama dengan oknum pemain seleweng solar subsidi,” lanjutnya.

Rantai Distribusi Perlu Dibuka

Pernyataan pengawas SPBU, Aksan alias Akas tersebut sekaligus menyisakan pertanyaan pada titik setelah BBM keluar dari nozzle SPBU.

Bila barcode dan rekomendasi memang telah digunakan sesuai prosedur, aparat perlu menelusuri bagaimana solar dapat berpindah dari penerima resmi menuju lokasi pertambangan.

Persoalannya bukan semata siapa membeli solar di SPBU.

Hal lebih penting ialah siapa penerima akhir, berapa volume terserap, bagaimana BBM diangkut, serta ke mana distribusinya berakhir.

Aksan mengatakan dirinya telah mengingatkan operator agar menjalankan pelayanan sesuai rekomendasi.

“Intinya saya sebagai pengawas SPBU Ampibabo hanya mengingatkan para operator pemegang nozzle agar selalu melayani konsumen sesuai rekomendasi yang ada,” katanya. NURRAHMAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

AMPIBABO | KORANINDIGO – Deru mesin truk ekspedisi melintasi Jalan Trans Sulawesi, Ampibabo Utara, Parigi Moutong, kini tak lagi mampir di SPBU nomor 141. Pengemudi angkutan barang lintas provinsi atau ekspedisi enngan membuang waktu mengantre…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pola baru penyaluran Solar bersubsidi mulai diuji di SPBU Kampal, Kelurahan Kampal, Jalan Trans Sulawesi. Dari pasokan 16 ton, sebanyak 2,5 ton disisihkan khusus bagi petani dan nelayan melalui koordinasi dengan…

DAERAH

PALU | KORANINDIGO – Sebanyak 2.189 nomor polisi kendaraan di Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk daftar pemblokiran QR Code BBM subsidi hingga September 2026. Angka ini menjadi bagian dari 11.093 nomor polisi di seluruh Sulawesi, setelah…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Sebanyak 16 ton solar bersubsidi masuk ke SPBU 74.943.08, Kampal, Parigi Moutong, dalam dua kali pengiriman. Dari volume itu, sekitar 4,8 ton atau 30 persen diperkirakan terserap melalui pembelian menggunakan jeriken….

Example 325x325