AMPIBABO | KORANINDIGO – Solar bersubsidi diduga keluar dari jalur peruntukannya di Wilayah Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Bahan bakar itu diajukan untuk kebutuhan petani dan nelayan, tetapi sebagian besar pasokan justru mengalir ke dua lokasi pertambangan emas, Buranga dan Tombi.
Temuan lapangan menunjukkan pola distribusi tersebut diduga berlangsung cukup lama.
Pembelian solar di SPBU 74.943.04 Ampibabo menggunakan alasan kebutuhan sektor pertanian dan perikanan.
PILIHAN EDITOR:
Solar Mengalir Ke Tambang, Aparat Diduga Lakukan Pembiaran
Skema Distribusi Solar, Berlaku di Seluruh SPBU
DPRD Parimo Bedah Krisis Solar
Namun, sebagian pasokan disebut tidak berhenti pada kelompok penerima rekomendasi.
Alirannya diduga berlanjut ke kawasan pertambangan emas.
Dua lokasi disebut menjadi tujuan, yakni Tambang Emas Buranga dan Tambang Emas Tombi.
Kondisi ini menimbulkan persoalan serius.

Solar subsidi merupakan BBM dengan harga mendapat dukungan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan kelompok penerima tertentu. Petani dan nelayan termasuk kelompok penerima sesuai ketentuan.
BERITA TERKAIT :
Siasat Baru SPBU Dalam Distribusi Solar
Antrean Solar SPBU Kampal Diduga Direkayasa
Jika BBM bersubsidi justru digunakan untuk kegiatan pertambangan, persoalannya bukan sekadar soal distribusi.
Ada potensi penyimpangan sasaran sekaligus berkurangnya pasokan bagi masyarakat penerima hak.
Pengawas: Bukan Tanggung Jawab Saya
Pengawas SPBU Ampibabo (PT.Surya Unggul Mandiri), Aksan, akrab disapa Akas, membantah mengetahui adanya kebocoran solar subsidi menuju pertambangan.
Ia mengatakan pengawasan di SPBU berfokus pada kesesuaian pengisian dengan rekomendasi serta barcode penerima.
“Jika ada isu soal bocor solar, itu bukan urusan saya selaku pengawas SPBU Ampibabo,” kata Aksan, Selasa, 5 Oktober 2026.
Menurut dia, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab pihak atau oknum jika memang terjadi penyalahgunaan setelah BBM keluar dari SPBU.
TERKAIT LAINNYA:
Orang Dalam dan “Mafia” Solar SPBU Kampal
Jalur Gelap Solar Subsidi
Bocor Solar dari SPBU Kampal Lebih 60 Persen
Truk Pengelola SPBU Ikut Antrean Solar?
Bocor Kuota Solar di Jalan Trans Kampal
Membidik Mafia Solar Subsidi
“Di SPBU Ampibabo selama masih menggunakan barcode yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dalam rekomendasi masing-masing, tidak ada persoalan,” ujarnya.
Ia mencontohkan barcode petani dan nelayan. Menurut Aksan, pengisian semestinya mengacu pada rekomendasi penerima, bukan menggunakan barcode kendaraan untuk pengisian ke jeriken.
“Seperti contohnya barcode petani dan barcode nelayan, bukan menggunakan barcode kendaraan untuk pengisian jeriken. Jadi semua sesuai peruntukannya,” katanya.
Operator dan Titik Pengawasan
Aksan mengatakan operator memegang posisi penting dalam memastikan BBM subsidi diberikan sesuai rekomendasi.
Bila terjadi pengisian tidak sesuai peruntukan, operator dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Jika ada masalah dengan hal tidak sesuai peruntukannya, operator SPBU yang akan bertanggung jawab,” kata dia.
Ia menduga penyimpangan, bila benar terjadi, dapat melibatkan oknum operator bersama pihak lain setelah proses pengisian.
“Kalau ada bocor solar subsidi dan menuju pertambangan ilegal Tombi atau pertambangan emas di Buranga, saya tidak tahu,” ujar Aksan.
“Mungkin ada oknum operator yang bekerja sama dengan oknum pemain seleweng solar subsidi,” lanjutnya.
Rantai Distribusi Perlu Dibuka
Pernyataan pengawas SPBU, Aksan alias Akas tersebut sekaligus menyisakan pertanyaan pada titik setelah BBM keluar dari nozzle SPBU.
Bila barcode dan rekomendasi memang telah digunakan sesuai prosedur, aparat perlu menelusuri bagaimana solar dapat berpindah dari penerima resmi menuju lokasi pertambangan.
Persoalannya bukan semata siapa membeli solar di SPBU.
Hal lebih penting ialah siapa penerima akhir, berapa volume terserap, bagaimana BBM diangkut, serta ke mana distribusinya berakhir.
Aksan mengatakan dirinya telah mengingatkan operator agar menjalankan pelayanan sesuai rekomendasi.
“Intinya saya sebagai pengawas SPBU Ampibabo hanya mengingatkan para operator pemegang nozzle agar selalu melayani konsumen sesuai rekomendasi yang ada,” katanya. NURRAHMAT









