Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
LAPORAN KHUSUS

FGD Pengelolaan Darat dan Laut Terintegrasi di Kabupaten Parigi Moutong

331
×

FGD Pengelolaan Darat dan Laut Terintegrasi di Kabupaten Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KoranIndigo – Mewakili Penjabat (Pj) Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Adrudin Nur S, membuka dengan resmi kegiatan Focus Groub Discussion (FGD) Pengelolaan Darat dan Laut yang terintegrasi di Kabupaten Parigi Moutong. Bertempat di Aula Bappelitbangda Parigi, Kamis 14/3/2024.

Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, guna untuk membahas Project German Development Cooperation Solutions For Integration Land and Seaspace Management For Indonesia (Solusi).

Menyampaikan sambutan Pj. Bupati, Adrudin Nur sampaikan bahwa Kabupaten Parigi Moutong memiliki luas wilayah sekitar 6.231,85 yang terdiri dari 23 kecamatan dengan luas wilayah dan juga potensi serta tantangan yang ada, maka Parigi Moutong memerlukan konsep pengelolaan Bentang Darat dan Laut yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, tata ruang wilayah Kabupaten Parigi Moutong pun bertujuan untuk mewujudkan tatanan ruang wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam bebasiskan pengembangan agrobisnis, perikanan dan parawisata. Untuk peningkatan daya saing kabupaten dengan tetap mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, karakteristik fisik wilayah serta kelestarian sumber daya alam berbasis mitigasi bencana.

”Untuk itu project ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pemerintah kabupaten Parigi Moutong, serta pemangku kepentingan lokal untuk meningkatkan perencanaan tata ruang dan pembangunan dengan menggunakan prinsip ekonomi hijau dan biru termasuk perlindungan, restorasi, pengelolaan ekonomi sistem yang alami, pengenalan modal bisnis yang berkelanjutan, ekowisata dan pengelolaan sampah terintegrasi di lokasi ekowisata serta akses terhadap pembiayaan berkelanjutan dan kemitraan rantai pasok,” ungkapnya.

Selain itu juga diharapkan tersampaikannya informasi mengenai rencana kegiatan Project German Development Cooperation Solutions For Integration Land and Saescape Management For Indonesia (Solusi) di kabupaten Parigi Moutong serta mengidentifikasi pengelolaan wilayah darat dan laut terintegrasi, tersedianya informasi mengenai lokasi yang berpotensi dan dapat diintervensi oleh kegiatan project ini.

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

“Nilai seleweng fulus di DP3AP2KB terlalu kecil.” Pernyataan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Parigi Moutong saat itu, Irwanto, menjadi penutup pemeriksaan terhadap pengelolaan dana di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

LAPORAN KHUSUS

“Setiap rupiah dari anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan.” Peringatan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah Agus Yulianto itu mengemuka saat realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik/Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Sulawesi Tengah baru mencapai 8,32 persen…

LAPORAN KHUSUS

“Saya bahkan pernah ditawari uang supaya menerima kegiatan tambang ini. Tapi saya tolak karena masyarakat tidak setuju dan dampaknya sudah terasa,” kata Kepala Desa Baliara, Fadli Badja. Dari atas, Jembatan Baliara masih berdiri utuh. Namun, ancaman…

Example 325x325