BUOL | KORANINDIGO – Sejumlah petani di Desa Mulat, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, baru-baru ini melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses menuju area perkebunan masyarakat di seberang sungai. Kerja sama antarpetani ini dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan sekedar, tanpa bantuan mesin berat.
Menurut salah satu warga Desa Mulat yang enggan menyebutkan namanya, perbaikan jembatan yang dikenal dengan nama “Tinambu” ini diprakarsai langsung oleh tokoh masyarakat desa, antara lain Husain Sogul dan Saprudin K.Lamenti. Kedua tokoh ini turut terlibat aktif dalam proses kerja sama bersama para petani sepanjang hari.
Jembatan yang terletak di Dusun II RT 03 Desa Mulat memiliki panjang sekitar 49 meter dan menghubungkan wilayah pemukiman dengan area perkebunan yang berada di seberang sungai. Tempat ini menjadi jalur krusial karena di seberang terdapat sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki perkebunan luas, sehingga kondisi jembatan yang baik sangat penting untuk memudahkan transportasi hasil panen dan akses harian.
“Kami melakukan perbaikan ini secara manual karena keterbatasan peralatan, tapi itu tidak menghalangi semangat kami. Semua biaya yang dibutuhkan juga berasal dari dana sukarela yang dikumpulkan antar petani dan warga,” ujar salah satu warga.
Sebagai pemarkasa perbaikan jembatan, Husain Sogul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian antar sesama petani di wilayahnya. “Ini sudah menjadi adat di desa kita tentang gotong royong, apalagi hal seperti ini yang berkaitan dengan akses penting untuk kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak bisa menunggu bantuan dari luar terus-menerus, jadi kita tangani sendiri bersama-sama,” tegasnya.
Para peserta gotong royong menyatakan bahwa mereka berharap jembatan yang sudah diperbaiki bisa bertahan lebih lama dan memudahkan aktivitas semua warga yang bergantung pada jalur tersebut. Proses perbaikan diharapkan selesai dalam waktu beberapa hari ke depan, sebelum musim hujan tiba dengan lebih intens
( Syafri Sakula )










