Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DAERAH

Gotong Royong Petani Desa Mulat Perbaiki Jembatan Akses Perkebunan Secara Manual  

257
×

Gotong Royong Petani Desa Mulat Perbaiki Jembatan Akses Perkebunan Secara Manual  

Sebarkan artikel ini

 

BUOL | KORANINDIGO – Sejumlah petani di Desa Mulat, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, baru-baru ini melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses menuju area perkebunan masyarakat di seberang sungai. Kerja sama antarpetani ini dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan sekedar, tanpa bantuan mesin berat.

Menurut salah satu warga Desa Mulat yang enggan menyebutkan namanya, perbaikan jembatan yang dikenal dengan nama “Tinambu” ini diprakarsai langsung oleh tokoh masyarakat desa, antara lain Husain Sogul dan Saprudin K.Lamenti. Kedua tokoh ini turut terlibat aktif dalam proses kerja sama bersama para petani sepanjang hari.

Jembatan yang terletak di Dusun II RT 03 Desa Mulat memiliki panjang sekitar 49 meter dan menghubungkan wilayah pemukiman dengan area perkebunan yang berada di seberang sungai. Tempat ini menjadi jalur krusial karena di seberang terdapat sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki perkebunan luas, sehingga kondisi jembatan yang baik sangat penting untuk memudahkan transportasi hasil panen dan akses harian.

“Kami melakukan perbaikan ini secara manual karena keterbatasan peralatan, tapi itu tidak menghalangi semangat kami. Semua biaya yang dibutuhkan juga berasal dari dana sukarela yang dikumpulkan antar petani dan warga,” ujar salah satu warga.

Sebagai pemarkasa perbaikan jembatan, Husain Sogul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian antar sesama petani di wilayahnya. “Ini sudah menjadi adat di desa kita tentang gotong royong, apalagi hal seperti ini yang berkaitan dengan akses penting untuk kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak bisa menunggu bantuan dari luar terus-menerus, jadi kita tangani sendiri bersama-sama,” tegasnya.

Para peserta gotong royong menyatakan bahwa mereka berharap jembatan yang sudah diperbaiki bisa bertahan lebih lama dan memudahkan aktivitas semua warga yang bergantung pada jalur tersebut. Proses perbaikan diharapkan selesai dalam waktu beberapa hari ke depan, sebelum musim hujan tiba dengan lebih intens

( Syafri Sakula )

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

TANAH sawah di sejumlah wilayah Parigi Moutong mulai mengering. Sejak pertengahan Juni 2026, hujan tak kunjung turun secara berarti. Debit sumber air menyusut, sementara petani mulai menghadapi ancaman gagal panen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

DAERAH

TARGET Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali berhadapan dengan persoalan lama: besarnya potensi ekonomi tidak otomatis berubah menjadi penerimaan daerah. Sektor usaha sarang burung walet menjadi salah satu contoh paling jelas….

DAERAH

“Pemerintah daerah tidak cukup hanya menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pelaku usaha juga harus mendapat dukungan agar kegiatan ekonominya terus hidup.” Pernyataan anggota DPRD Parigi Moutong, Rusno Tandriono, dalam rapat Badan Anggaran bersama Tim…

DAERAH

PALU | KORANINDIGO – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut Sulawesi Tengah masuk enam besar provinsi dengan capaian penemuan kasus tuberkulosis tertinggi secara nasional pada 2025. Namun, capaian itu belum serta-merta memutus rantai penularan….

Example 325x325