Example 728x250
HUKUM

Kejati Sulteng Geledah Kantor Bawaslu Buol

×

Kejati Sulteng Geledah Kantor Bawaslu Buol

Sebarkan artikel ini

PALU | KORANINDIGO – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) sita sejumlah dokumen penting dari hasil geledah Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) Kabupaten Buol terkait dugaan korupsi dana hibah penyelenggaraan Pilkada 2022.

“Sejumlah dokumen yang disita jaksa untuk pengembangan perkara selanjutnya mengenai dugaan korupsi dana hibah,” kata Kasipenkum Kejati Sulteng Mohammad Ronald di Palu, Senin, (26/6).

Pada pengembangan kasus ini, katanya, jaksa telah menggeledah Sekretariat Bawaslu Sulteng, Bawaslu Donggala, Bawaslu Parigi Moutong, Bawaslu Banggai, dan Bawaslu Morowali terkait dana hibah yang diberikan Pemprov Sulteng untuk kegiatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur senilai Rp56 miliar.

KEJATI Sulteng melakukan penggeledahan di kantor Bawaslu Buol dan menyita sejumlah dokumen penting terkait dugaan korupsi dana hibah Pilkada Tahun 2020. Foto:Humas Kejati Sulteng

Ia mengemukakan pemeriksaan di Sekretariat Bawaslu Buol dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: PRINT-36/P.2.5/Fd.1/06/2023 tanggal 16 Juni 2023.

“Penggeledahan berlangsung kurang lebih 3 jam, dan untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan kembali,” kata dia.

Dia mengatakan setiap perkara yang berpotensi menimbulkan kerugian negara menjadi perhatian serius kejaksaan dalam penegakan hukum.

BERITA TERKAIT:
Terkait Rp5,6 Miliar, Pejabat Bawaslu Donggala Diperiksa Jaksa

Pada Rabu (22/6), Tim Penyidik Kejati Sulteng telah memeriksa Kepala Sekretariat Bawaslu Donggala berinisial J atas dugaan korupsi dana hibah pilkada.

Hingga saat ini, katanya,. belum ada hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulteng terkait kasus tersebut.

“Tim penyidik terus melakukan pendalaman lebih lanjut dan memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait,” ucapnya. (Ant/Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM

PARIGI | INDIGO– Sudah dituntut 18 bulan penjara, tetapi Desi Natalia dan suaminya, Yudhi, masih berstatus tahanan kota. Keduanya merupakan terdakwa kasus investasi fiktif merugikan Novriana alias Novi hingga ratusan juta rupiah. Jaksa Penuntut Umum…

HUKUM

PARIGI | INDIGO – Janji proyek rumah sakit berujung perkara pidana. Fulus ratusan juta rupiah melayang, korban mengaku mendapat ancaman, sementara dua terdakwa tidak ditahan. Kini, jaksa akhirnya meminta Desi Natalia dan suaminya, Yudhi, masing-masing…

HUKUM

“Uang ratusan juta rupiah dijanjikan untuk bisnis konsumsi pasien diduga mengalir ke pertambangan emas tanpa izin. Korban mengaku mendapat ancaman pembunuhan, sementara kedua terdakwa kini dituntut satu tahun enam bulan penjara” PARIGI | INDIGO –…

HUKUM

PARIGI | KORANINDIGO – Drama rebutan kursi panas eselon II Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di meja hijau mendadak antiklimaks. Pihak penggugat secara mengejutkan memilih mundur teratur dan mencabut berkas gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara…

Example 325x325