Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
DAERAH

Kisruh Proyek Belum Terbayarkan 2025 di Buol: BPKAD Sebut Disebabkan Pencadangan Dana Nasional  

281
×

Kisruh Proyek Belum Terbayarkan 2025 di Buol: BPKAD Sebut Disebabkan Pencadangan Dana Nasional  

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUOL | KORANINDIGO –  Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buol, Moh. Kasim Ali, SE, mengklarifikasi kasus beberapa proyek tahun anggaran 2025 yang belum terbayarkan hingga akhir tahun. Menurutnya, keterlambatan pembayaran bukan karena kelalaian pemerintah daerah, melainkan dampak kebijakan efisiensi fiskal nasional yang menyebabkan sebagian dana daerah dicadangkan.

Pada awal tahun 2025, Presiden mengeluarkan instruksi efisiensi belanja negara sebesar Rp306,6 triliun, dengan Rp50,6 triliun di antaranya berasal dari dana daerah (TKD). Bagian dari efisiensi tersebut adalah pencadangan sekitar Rp.85-86 miliar dana Kabupaten Buol, yang membuat target pendapatan daerah tidak tercapai.

“Kontrak pekerjaan sebagian besar telah ditandatangani sebelum kebijakan pencadangan diberlakukan, sehingga terjadi kesenjangan antara kewajiban yang sudah ada dengan ketersediaan dana,” jelas Moh. Kasim Ali.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025, pencadangan dana daerah berasal dari berbagai komponen, antara lain dana bagi hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang konektivitas serta ketahanan pangan.

Pada 14 November 2025, Bupati Buol menerbitkan surat untuk mengidentifikasi seluruh belanja modal yang berpotensi belum terbayarkan hingga 31 Desember 2025. Seluruh proyek yang tercatat kemudian direview dan divalidasi oleh Inspektorat Kabupaten Buol sebelum diakui sebagai utang daerah sesuai peraturan perundang-undangan.

Moh. Kasim Ali menegaskan tidak ada diskriminasi dalam proses pembayaran. “Semua kewajiban daerah diperlakukan sama dan mengikuti mekanisme yang berlaku, tanpa memandang ukuran atau jenis perusahaan kontraktor,” ujarnya.

Sampai saat ini, belum ada laporan resmi terkait reaksi masyarakat atau kontraktor terkait keterlambatan pembayaran. Namun, pihak BPKAD menjamin bahwa seluruh utang akan diselesaikan secara bertahap pada tahun 2026 dengan mengoptimalkan pendapatan daerah dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita terus berupaya meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Pajak, untuk memastikan target penerimaan daerah tercapai sehingga pembayaran dapat dilakukan tepat waktu,” tambah Kasim Ali, merujuk pada kerja sama yang telah dilanjutkan antara Pemkab Buol dengan KPP Pratama Tolitoli dan KP2KP Buol pada Maret 2025.

Pihaknya juga menyatakan akan melakukan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan proyek tahun 2026 untuk menghindari terjadinya masalah serupa.

( Syafri Sakula )

 

 

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Ratusan sekolah dasar di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mencoba mendapatkan kucuran dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Cuma ada masalah klasik menghantui berupa sengketa lahan dan dokumen hibah yang lemah menjadi ganjalan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Bupati Parigi Moutong (Parimo), H Erwin Burase, paparkan capaian serta kendala pelaksanaan program nasional (prognas), dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. “Masyarakat di wilayah utara…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parimo (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) serahkan dokumen syarat teknis dan administrasi untuk kepentingan pembangunan infrastruktur Program Sekolah Rakyat ke Kementerian Sosial (Kemensos). “Syarat teknis berupa dokumen Readiness Criteria (RC)…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan penjelasan meredam keresahan guru honorer terkait Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026…

Example 325x325