DAERAH

Pengawas SPBU Tolai Diduga “Main” Ala Mafia Solar Subsidi

1166
×

Pengawas SPBU Tolai Diduga “Main” Ala Mafia Solar Subsidi

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO – Oknum pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Steven, diduga berperan ala mafia “mainkan” solar subsidi secara ilegal.

Oknum Pengawas SPBU Tolai, Steven, disinyalir mendapat “jatah preman” solar subsidi sebanyak 10-20 jeriken/galon (isi 32 liter) setiap harinya.

Pengawas SPBU Tolai, Steven (berkacamata)

Dan, praktik dilakukan Steven, disebutkan telah berlangsung bertahun-tahun.

Sang pengawas, mendapat jatah solar subsidi dengan harga Rp225 ribu per jeriken/galon kapasitas 32 liter.

Steven, kata sumber, kemudian menjual solar-solar jatahnya kepada pihak lain dengan harga Rp300 ribu per jeriken/galon.

Modus digunakan Steven adalah meminta atau mengurangi jatah kuota kupon barcode kepada para petani sekitar Wilayah Kecamatan Torue.

“Pengawas SPBU Tolai, meminta jatah kupon-kupon kepada para petani. Misalnya kupon barcode satu orang petani berjumlah 5, maka Steven akan meminta 1 atau 2 kupon dari mereka”, kata sumber, secara tertutup, Minggu, (7/9).

Dalam melancarkan aksinya, beber sumber, Steven memerintahkan operator SPBU untuk bertindak meminta kupon-kupon barcode kepada para petani.

“Namun, pengawas SPBU tidak bertindak secara langsung. Dia menggunakan operator SPBU untuk meminta kupon-kupon. Satu lembar kupon barcode petani berisi 5 liter solar subsidi”, bebernya.

Lebih jauh sumber membeber, dalam upaya menutupi aksinya, pengawas SPBU Tolai Steven diduga melakukan setor upeti kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH) lokal  setempat.

Pengawas SPBU Tolai Steven membantah semua tudingan soal praktik mafia solar mengarah kepada dirinya itu.

Steven juga melontar bantahan terkait sinyalemen soal adanya setoran bulanan upeti kepada oknum APH setempat.

Steven juga mengaku tengah mendapat perawatan disebuah rumah sakit di Kota Palu.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kondisi saya lagi perawatan di rumah sakit. Adapun informasi lain-lain, bisa ditanyakan langsung ke staf saya saja dulu. Sebab, merkeka (para staf) yang menangani BBM subsidi”, katanya.

“Tidak ada setoran-setoran ke oknum aparat lokal. Mohon maaf sebelumnya, kalau pun ada (setoran upeti), konfirmasi juga dengan oknum aparat tersebut”, kata Steven yang menurut salah satu stafnya sedang tidak berada di SPBU Tolai, karena sedang menjaga istrinya yang sedang sakit. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PALU | KORANINDIGO – Sebanyak 2.189 nomor polisi kendaraan di Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk daftar pemblokiran QR Code BBM subsidi hingga September 2026. Angka ini menjadi bagian dari 11.093 nomor polisi di seluruh Sulawesi, setelah…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Sebanyak 16 ton solar bersubsidi masuk ke SPBU 74.943.08, Kampal, Parigi Moutong, dalam dua kali pengiriman. Dari volume itu, sekitar 4,8 ton atau 30 persen diperkirakan terserap melalui pembelian menggunakan jeriken….

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Kendaraan diduga milik pengelola SPBU 74.943.08 Kampal disebut ikut mengantre Solar bersubsidi. Sedikitnya tiga truk, diduga terkait Manajer SPBU Fajar dan Pengawas SPBU Rifai, disebut kerap berada di sekitar SPBU lalu…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Nama dan foto Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasarana (Sarpras) dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Supriadin, dicatut dalam dugaan penipuan bantuan alat dan mesin pertanian…

Example 325x325