Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

Pengawas SPBU Tolai Diduga “Main” Ala Mafia Solar Subsidi

1133
×

Pengawas SPBU Tolai Diduga “Main” Ala Mafia Solar Subsidi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGI | KORANINDIGO – Oknum pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Steven, diduga berperan ala mafia “mainkan” solar subsidi secara ilegal.

Oknum Pengawas SPBU Tolai, Steven, disinyalir mendapat “jatah preman” solar subsidi sebanyak 10-20 jeriken/galon (isi 32 liter) setiap harinya.

Pengawas SPBU Tolai, Steven (berkacamata)

Dan, praktik dilakukan Steven, disebutkan telah berlangsung bertahun-tahun.

Sang pengawas, mendapat jatah solar subsidi dengan harga Rp225 ribu per jeriken/galon kapasitas 32 liter.

Steven, kata sumber, kemudian menjual solar-solar jatahnya kepada pihak lain dengan harga Rp300 ribu per jeriken/galon.

Modus digunakan Steven adalah meminta atau mengurangi jatah kuota kupon barcode kepada para petani sekitar Wilayah Kecamatan Torue.

“Pengawas SPBU Tolai, meminta jatah kupon-kupon kepada para petani. Misalnya kupon barcode satu orang petani berjumlah 5, maka Steven akan meminta 1 atau 2 kupon dari mereka”, kata sumber, secara tertutup, Minggu, (7/9).

Dalam melancarkan aksinya, beber sumber, Steven memerintahkan operator SPBU untuk bertindak meminta kupon-kupon barcode kepada para petani.

“Namun, pengawas SPBU tidak bertindak secara langsung. Dia menggunakan operator SPBU untuk meminta kupon-kupon. Satu lembar kupon barcode petani berisi 5 liter solar subsidi”, bebernya.

Lebih jauh sumber membeber, dalam upaya menutupi aksinya, pengawas SPBU Tolai Steven diduga melakukan setor upeti kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH) lokal  setempat.

Pengawas SPBU Tolai Steven membantah semua tudingan soal praktik mafia solar mengarah kepada dirinya itu.

Steven juga melontar bantahan terkait sinyalemen soal adanya setoran bulanan upeti kepada oknum APH setempat.

Steven juga mengaku tengah mendapat perawatan disebuah rumah sakit di Kota Palu.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kondisi saya lagi perawatan di rumah sakit. Adapun informasi lain-lain, bisa ditanyakan langsung ke staf saya saja dulu. Sebab, merkeka (para staf) yang menangani BBM subsidi”, katanya.

“Tidak ada setoran-setoran ke oknum aparat lokal. Mohon maaf sebelumnya, kalau pun ada (setoran upeti), konfirmasi juga dengan oknum aparat tersebut”, kata Steven yang menurut salah satu stafnya sedang tidak berada di SPBU Tolai, karena sedang menjaga istrinya yang sedang sakit. (*)

 

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Selisih denda ratusan juta rupiah, pecah paket senilai Rp1,19 miliar, gedung Rp8,7 miliar rusak sebelum dimanfaatkan, serta gugatan Rp10 miliar menjadi simpul persoalan. Nilai kerugian negara masih menunggu audit resmi, namun sumber risikonya mulai terlihat…

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

Example 325x325