DAERAH

Rakor Inflasi: Pemerintah Dorong Daerah Optimalkan Produksi dan Distribusi Pangan

121
×

Rakor Inflasi: Pemerintah Dorong Daerah Optimalkan Produksi dan Distribusi Pangan

Sebarkan artikel ini

Indigo – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah (Rakor PID) yang digelar secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, pada Senin (27/10/2025).

Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah, sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, di antaranya Program Koperasi Merah Putih dan Program Tiga Juta Rumah.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bertindak cepat apabila terjadi kenaikan harga komoditas pangan yang signifikan. Ia mengingatkan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni menjamin ketersediaan pasokan (supply) dan memastikan kelancaran distribusi barang.

“Jika stok cukup tetapi distribusi terhambat, pemerintah daerah wajib menelusuri penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya penimbunan barang. Ini tidak boleh terjadi karena termasuk pelanggaran hukum,” tegas Tito.

Berdasarkan data nasional, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah antara lain cabai merah di 235 kabupaten/kota, telur ayam ras di 229 daerah, dan daging ayam ras di 190 daerah. Meski demikian, harga beras relatif stabil di sebagian besar wilayah.

Mendagri meminta seluruh pemerintah daerah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti distributor, asosiasi pengusaha, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) agar langkah pengendalian inflasi dapat berjalan efektif. Ia juga mendorong pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu biaya distribusi pangan lintas wilayah, terutama dari daerah surplus ke daerah defisit.

Selain itu, pemerintah daerah juga diimbau untuk menggalakkan gerakan tanam pangan cepat panen guna menjaga ketahanan pasokan komoditas yang mudah diproduksi secara lokal.

Dalam forum yang sama, sejumlah pembicara turut memberikan pemaparan, di antaranya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Dirjen Perumahan dan Kawasan Permukiman Imran, Deputi Bidang Pangan dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto, Plt. Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan KSP Edy Priyono, serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Suwandi.

Mereka menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, peningkatan produksi lokal, dan pemanfaatan teknologi pertanian untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Dari Parigi Moutong, kegiatan ini juga diikuti oleh unsur Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Perindag, dan Dinas Ketahanan Pangan, sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan inflasi serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

POSO | KORANINDIGO — Tanah di kawasan tambang emas tanpa izin Desa Dongi Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali bergerak. Pada Jumat, 11 September 2026, material longsor menerjang area penambangan dan mengenai sejumlah penambang. Beberapa…

DAERAH

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membentuk tim terpadu demi membongkar gurita penyelewengan Solar subsidi lintas wilayah. Langkah taktis ini diambil menyusul maraknya praktek lancung manipulasi QR Code, monopoli antrean, hingga setoran fulus atensi di SPBU. Sengkarut…

DAERAH

PALU | KORANINDIGO — Produksi perikanan Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 658.451,80 ton. Kenaikan terutama terlihat pada perikanan tangkap, sementara angka produksi budidaya masih berstatus sementara. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mencatat produksi…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Supriadin, memberikan penjelasan mengenai polemik mekanisme pembagian barcode BBM bersubsidi bagi petani di wilayah selatan. “Barcode itu…

Example 325x325