DAERAH

Bupati Parimo Tegaskan Akan Tertibkan Tambang Ilegal

228
×

Bupati Parimo Tegaskan Akan Tertibkan Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase tegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh biarkan pelanggaran hukum merugikan masyarakat dan lingkungan terjadi.

Hal itu diungkapkan Bupati Erwin Burase pada rapat tim Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan Hidup terkait penegakan hukum dan pendampingan terhadap Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai langkah penanganan aktivitas tambang ilegal masih berlangsung di sejumlah wilayah di Parimo, Selasa, (05/ 05).

“Pemerintah daerah harus menjaga citra dan akuntabilitas, agar tidak dianggap membiarkan pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat dan lingkungan terjadi di wilayahnya”, kata Erwin Burase.

Rapat juga menyoroti sejumlah laporan masyarakat terkait aktivitas pertambangan di Desa Karya Mandiri, Kayuboko, dan Desa Air Panas.

Meski Satgas bersama aparat kepolisian telah beberapa kali melakukan penertiban, aktivitas ilegal kerap kembali muncul di wilayah tersebut.

Bupati Parimo Erwin Burase saat rapat bersama tim satgas penegakan hukum lingkungan hidup. Foto: Diskominfo Parimo

Khusus di Desa Kayuboko dan Desa Air Panas, pemerintah daerah menerima berbagai keluhan masyarakat terkait dampak lingkungan, bahkan hingga terjadi krisisi air bersih.

Pada 3 wilayah desa tersebut, terjadi dugaan praktik pungutan liar atau pembagian hasil dinilai belum memiliki dasar hukum jelas.

Pemerintah daerah Parimo menilai aktivitas berlangsung pada kawasan-kawasan itu masih ilegal, karena belum ada kepastian hukum serta penetapan resmi mekanisme.

Terkait IPR, Bupati Erwin memaparkan bahwa sejumlah izin telah ditandatangani dan direncanakan segera diserahkan.

Namun, masih menunggu penetapan Perda tentang IPR saat ini dalam tahap proses di Kemendagri.

Pemerintah daerah Parimo juga meminta kepada Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), agar penyerahan izin (khususnya di wilayah Desa Kayuboko dan Air Panas) ditunda terlebih dahulu, hingga tersedia payung hukum dan mekanisme pengelolaan lingkungan.

“Kami meminta kepada Gubernur Sulteng agar penyerahan izin ditahan terlebih dahulu. Sebelum izin diserahkan, pemegang izin dan koperasi harus membenahi manajemen, terutama terkait pengelolaan limbah dan skema teknis operasionalnya”, katanya.

Lebih jauh, Bupati Erwin menyatakan untuk mendapatkan formula penertiban efektif dan berkelanjutan, pemerintah daerah juga akan memperkuat dengan melakukan koordinasi bersama TNI, Polri, kejaksaan serta Satgas.

“Pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, kejaksaan serta Satgas untuk mencari formula penertiban efektif berkelanjutan, untuk menjaga kelestarian lingkungan serta kepastian hukum di wilayah Parimo”, katanya. IND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PALU | KORANINDIGO – Sebanyak 2.189 nomor polisi kendaraan di Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk daftar pemblokiran QR Code BBM subsidi hingga September 2026. Angka ini menjadi bagian dari 11.093 nomor polisi di seluruh Sulawesi, setelah…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Sebanyak 16 ton solar bersubsidi masuk ke SPBU 74.943.08, Kampal, Parigi Moutong, dalam dua kali pengiriman. Dari volume itu, sekitar 4,8 ton atau 30 persen diperkirakan terserap melalui pembelian menggunakan jeriken….

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Kendaraan diduga milik pengelola SPBU 74.943.08 Kampal disebut ikut mengantre Solar bersubsidi. Sedikitnya tiga truk, diduga terkait Manajer SPBU Fajar dan Pengawas SPBU Rifai, disebut kerap berada di sekitar SPBU lalu…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Nama dan foto Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasarana (Sarpras) dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Supriadin, dicatut dalam dugaan penipuan bantuan alat dan mesin pertanian…

Example 325x325