Aroma tengik dugaan dominasi dan pengaturan proyek kembali menyeruak. Bau tak sedap itu muncul dalam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DPRD Parigi Moutong.
Pengakuan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Syamsu Nadjamudin dalam rapat Panitia Khusus DPRD membuka dugaan aktor di luar pemerintahan mengendalikan proyek di Parigi Moutong.
PILIHAN EDITOR:
Jejak Pengendali Proyek Pasca-Pilkada
Pengakuan Syamsu sontak memancing reaksi anggota pansus.
Nama sosok itu enggan diungkap oleh Syamsu Nadjamudin, karena disebut telah menjadi bagian dari proses hukum.
Dalam rapat digelar Selasa, 14 Juli 2026, Syamsu Nadjamudin mengungkap informasi mengenai sosok diduga mengendalikan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah.
Informasi itu, kata dia, diperoleh dari salah seorang kontraktor yang terlibat dalam pekerjaan lanjutan proyek tersebut.

Kontraktor itu, menurut Syamsu, semula mengerjakan proyek lain bernilai ratusan juta rupiah di wilayah utara Parigi Moutong.
Ia kemudian meninggalkan pekerjaan tersebut setelah dijanjikan memperoleh paket pekerjaan di kawasan pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah.
Nilai pekerjaan dijanjikan tidak kecil, sekitar Rp1,2 miliar, dipecah dalam tiga paket, yakni pembangunan lanskap senilai Rp397 juta, pembangunan pagar Rp399 juta, dan pembangunan area parkir Rp399 juta.
Ketiga paket itu masing-masing dikerjakan oleh CV Kalukubula Sulteng, CV Bambalemo Sulteng dan CV Kembar Murah Mandiri.
Sesampainya di Parigi, kata Syamsu, kontraktor tersebut diarahkan oleh seseorang disebut sebagai pengatur proyek agar tidak lagi memasukkan dokumen badan usahanya.
Alasannya, uang muka untuk tiga paket pekerjaan itu disebut telah lebih dahulu dicairkan.
Anggota Pansus LHP BPK DPRD, mendesak agar identitas sosok disebut sebagai pengatur proyek dibuka secara terang dalam forum.
Menurut Pansus, keterbukaan diperlukan agar dugaan intervensi pihak di luar pemerintahan terhadap proyek dibiayai uang negara dapat diusut secara jelas.
Syamsu bergeming. Ia menolak menyebut nama pihak yang dimaksud. Alasannya singkat: perkara tersebut telah memasuki ranah hukum.
BACA JUGA:
Pinjam Bendera Menjalar ke Proyek Puluhan Miliar
Sengkarut Denda, Proyek Ruang Baca
Perusahaan Pinjaman Pada Proyek Sisa Tender
Belum Layani Pembaca, Kerusakan Perpustakaan Mengemuka
Perpustakaan Berdiri, Sengketa Menjulang Tinggi

Di sisi lain, Sejumlah informasi mengemuka bahwa pihak pengatur proyek itu diduga adalah pengusaha lokal papan atas berinisial ON.
Pencairan uang muka proyek itu diduga dilakukan menggunakan badan usaha CV Kalukubula Sulteng untuk item proyek Pembangunan Lanskap Gedung Layanan perpustakaan.
Nama pengusaha lokal papan atas ON disebut-sebut memiliki pengaruh dalam sejumlah proyek pemerintah di Parigi Moutong.
Pengusaha ON disebut-sebut mempunyai posisi penting dalam pemenangan pasangan Erwin Burase-Abdul Sahid dalam kontestasi Pilkada 2024.
Pengusaha lokal papan atas ON belum menanggapi konfirmasi resmi media in.
Nama pengusaha lokal papan atas ON disebut-sebut memiliki pengaruh dalam sejumlah proyek pemerintah di Parigi Moutong.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi telah melayangkan konfirmasi resmi kepada ON.
Namun, pihak bersangkutan belum memberikan tanggapan atau jawaban resmi terkait isu tersebut.(TIM)










