PARIGI | KORANINDIGO – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Muhammad Rival Tajwid minta Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo tuntaskan penanganan dugaan korupsi pada Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
BERITA TERKAIT:
Sinyalemen Manipulasi, Mark Up Hingga Sunat Fulus DP3AP2KB Parimo
Aroma Busuk Seleweng Fulus BOKB Pada DP3AP2KB Parimo
Selain Fulus Stunting, Ratusan Juta Uang Akseptor Diduga Dikorupsi
Rival Tajwid menilai langkah pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pejabat dan fungsional di DP3AP2KB, serta puluhan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) oleh jaksa harus dibarengi dengan pengungkapan menyeluruh atas pihak-pihak diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Ia menegaskan bahwa praktik dugaan korupsi pada program seperti BOKB dan penanggulangan stunting bukan fenomena baru, dan selalu timbulkan kerugian signifikan bagi daerah dan negara.
Menurutnya, dugaan rasuah pada gelontor fulus BOKB sudah meresahkan, dan harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa daerah Parimo nharus segera diselamatkan dari praktik korupsi yang merugikan keuangan negara dan mencederai hak rakyat.
Ketua DPD KNPI Parimo Rival Tajwid menekankan, pengusutan tuntas terhadap kasus ini menjadi ujian bagi komitmen daerah dalam memberantas korupsi.
Ia mendesak Kejari Parimo untuk bekerja secara profesional, independen dan tidak takut menghadapi tekanan dari pihak mana pun.
Rival menegaskan bahwa pemuda Indonesia mendukung penuh langkah Kejari Parimo untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memastikan semua pihak terlibat dimintai pertanggungjawaban.
“Rakyat menunggu keadilan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” pungkasnya dengan penuh keyakinan. INFD










